Sei Rampah, INTARTA.com – Suasana sidang paripurna DPRD Kabupaten Serdang Bedagai mendadak memanas. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memilih keluar alias walk out dari ruang sidang, Rabu (26/11/2025), usai melontarkan interupsi soal kehadiran anggota dewan yang dinilai minim.
Pantauan wartawan, kursi-kursi banyak yang kosong di ruang sidang paripurna DPRD Sergai siang itu. Sidang yang membahas penyampaian laporan reses masa persidangan tahun 2025 awalnya dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD James Hotlan, didampingi Togar Situmorang dan Edi Resmanto.
Interupsi pertama datang dari anggota Fraksi PKB, Khaidir, yang langsung mempertanyakan jumlah anggota DPRD yang hadir.Menurutnya, penting bagi pimpinan sidang untuk menyampaikan daftar hadir sebelum melanjutkan pembahasan.
Namun, interupsi itu langsung disanggah oleh anggota Fraksi PPP, Hari Ananda, yang menegaskan bahwa sidang bisa tetap berjalan sesuai aturan, tanpa harus membacakan daftar hadir.
Ketegangan makin terasa saat giliran Fraksi PDI-P diminta membacakan hasil reses. Anggota PKB lainnya, Rajali Prima, berdiri dengan suara tinggi meminta pimpinan sidang membacakan secara terbuka siapa saja anggota DPRD yang hadir.
“Ini soal kepentingan masyarakat Sergai. Kalau jumlah anggota nggak jelas, kita khawatir ada permainan. Kalau nggak dibacakan, kami walk out,” tegas Rajali sembari berdiri dan keluar dari ruang sidang.
Beberapa detik setelahnya, Khaidir dan Yunus Purba ikut berdiri dan meninggalkan sidang. Sementara Wakil Bupati Sergai, Adlin Tambunan, terlihat tetap berada di barisan tamu undangan.
Sidang sempat hening beberapa menit. Para wartawan yang meliput saling pandang. Beberapa staf DPRD terlihat berbisik-bisik, sementara sebagian anggota dewan yang tersisa tampak saling tatap dalam diam.
Meski begitu, paripurna tetap dilanjutkan oleh pimpinan sidang meski kehilangan tiga anggota dewan dari Fraksi PKB. Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pimpinan DPRD soal insiden tersebut.(DH)












