Jakarta — Harga ayam hidup (live bird) di tingkat peternak kembali tertekan hingga menyentuh Rp 20.000–Rp 20.500 per kilogram, jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang mencapai Rp 24.000–Rp 25.000 per kg. Kondisi ini membuat para peternak ayam broiler mandiri terancam gulung tikar.
Peternak ayam broiler dari Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Asep Saepudin, menyebut lonjakan HPP dipicu melambungnya harga pakan hingga Rp 9.700–Rp 10.000 per kg, bahkan berpotensi naik lagi. Sementara harga acuan pembelian (HAP) ayam hidup yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 19.500 per kg dinilai sudah tidak lagi relevan.
"Peternak merugi Rp 4.000–Rp 5.000 per ekor. Kalau ini tidak segera terkendali dalam bulan ini, tidak bisa kembali beternak," kata Asep kepada detikcom, Sabtu (17/10/2026).
Permindo saat ini beranggotakan 180 peternak mandiri. Asep memperingatkan, tanpa pengendalian harga dalam waktu dekat, seluruh anggotanya bisa gulung tikar dalam dua bulan ke depan.
Untuk menyelamatkan usaha mereka, peternak meminta pemerintah segera mengendalikan harga ayam hidup dan menekan harga pakan kembali ke kisaran Rp 8.000–Rp 8.500 per kg. Mereka juga mendesak harga jual ayam hidup minimal Rp 24.000 per kg agar sesuai dengan modal produksi.
Permindo juga meminta perusahaan peternakan integrasi menaikkan harga jual ayam hidup, mengingat pengaruh besar mereka terhadap pergerakan harga di pasar.
Kementan Buka Suara
Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) mengakui harga pakan memang naik. Kenaikan dipicu harga jagung yang melampaui Rp 7.500 per kg, naiknya harga bekatul, serta pengaruh kurs dan biaya logistik terhadap bungkil kedelai (SBM) dan gandum pakan impor.
Kementan menyatakan telah memfasilitasi penyerapan ayam hidup oleh pelaku usaha serta pengendalian produksi DOC FS broiler sesuai kebutuhan pasar. Optimalisasi pemotongan di rumah potong hewan unggas (RPHU) dan penyimpanan dingin juga didorong untuk memperkuat serapan dan memperbaiki harga di tingkat peternak.
"Tujuannya menjaga keberlanjutan peternak sekaligus memastikan pasokan daging ayam tetap tersedia," demikian keterangan Tim Ditjen PKH.
Sumber: Harga Ayam di Kandang Makin Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar! — Terpopuler Detik
Tambahkan WartaNusa Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.