Serdang Bedagai, INTARTA.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Serdang Bedagai terus memperluas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menindaklanjuti instruksi Badan Gizi Nasional (BGN), tenaga pendidik atau guru kini resmi menjadi penerima manfaat MBG.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Serdang Bedagai, Nurhasnah Ritonga, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada regulasi terbaru yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Penambahan tenaga pendidik sebagai penerima manfaat MBG berpedoman pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional RI Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026,” ujar Nurhasnah saat dihubungi, Jumat (23/1).
Ia menjelaskan, dalam juknis tersebut, tenaga pendidik masuk sebagai kelompok penerima manfaat bersama peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, santri pondok pesantren, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
“Pada pelaksanaan sebelumnya, tenaga pendidik memang belum terlayani. Tahun 2026 ini sudah resmi masuk dalam skema MBG,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, dari 36 dapur SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Serdang Bedagai, tercatat sebanyak 7.895 tenaga pendidik telah menerima layanan MBG.
Sementara itu, Kepala SPPG Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Pani Ardian Winata, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti instruksi BGN dengan mulai menyalurkan MBG kepada tenaga pendidik di wilayahnya.
“Penyaluran MBG kepada tenaga pendidik di Desa Nagur sebenarnya sudah mulai kami laksanakan sejak 12 Januari 2026,” kata Pani Ardian Winata, Senin (26/1/2026).
Ia menambahkan, penyaluran MBG terus berlanjut hingga hari inj. Untuk Senin (26/1/2026), SPPG Desa Nagur menyalurkan MBG ke SMP Negeri 4 Tanjung Beringin dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 23 guru.

“Selain itu, penyaluran juga dilakukan ke MIS Yayasan Wardina dengan jumlah penerima sebanyak 29 guru dan sampai hari ini sudah 17 sekolah yang kita salurkan untuk penerima mamfaat bagi tenaga pendidik bang” ujarnya.
Menurut Pani, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen SPPG Desa Nagur dalam mendukung program nasional MBG agar berjalan merata dan tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Nurhasnah menegaskan, perluasan layanan MBG kepada tenaga pendidik merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi serta mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
“Ini merupakan komitmen kami bersama SPPG untuk terus meningkatkan pelayanan MBG sesuai sasaran yang telah ditetapkan,” pungkasnya.(DH)












