Intarta
TeknologiBerita

Lima Terobosan Teknologi: dari Penyimpanan Data dalam DNA hingga Belanja Tanpa Kasir

W

Oleh Redaksi Intarta

Sabtu, 17 Okt 2026 17:23 WIB

Lima Terobosan Teknologi: dari Penyimpanan Data dalam DNA hingga Belanja Tanpa Kasir
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

adjust the font size

Dunia teknologi terus bergerak cepat dengan terobosan yang mengubah cara manusia menyimpan data, berbelanja, hingga berkendara. Program CLICK BBC News Indonesia merangkum sejumlah inovasi yang tengah dikembangkan para peneliti dan perusahaan teknologi dunia.
Penyimpanan Data dalam DNA
Setiap menit, internet dunia menghasilkan sekitar 13 juta pesan singkat, 4 juta penayangan video YouTube, dan 4 juta pencarian Google. Setiap hari, tercipta lebih dari 2,5 eksabita data yang harus disimpan, sementara pusat penyimpanan data membutuhkan pasokan listrik sangat besar.
Para ilmuwan kini melirik DNA sebagai media penyimpanan data digital . Data digital album musik Mezzanine milik grup trip-hop Massive Attack berhasil diubah menjadi molekul DNA yang disemprotkan ke sebuah lukisan karya seniman Harley Davis. Dengan cara ini, data dapat selalu diakses tanpa terhalang batasan format yang terus berubah, meski biaya produksinya masih tinggi dan proses konversinya memakan waktu 17 jam.
Peretas Mobil dan Tantangan Keamanan
Sistem keamanan kendaraan yang dipasang pihak ketiga — seperti Clifford di Inggris (dipasarkan sebagai Viper di Amerika Serikat) dan Pandora di Rusia — diklaim tidak dapat ditembus. Namun sejumlah peneliti keamanan justru menunjukkan bahwa sistem tersebut tetap bisa diretas, misalnya dengan menonaktifkan alarm lalu membajak sinyal kunci mobil dari jarak jauh.
Di Inggris, pengujian khusus ( pen test ) sengaja dilakukan untuk mencari kelemahan sistem keamanan pihak ketiga pada berbagai merek mobil kenamaan, sebagai pengingat bahwa tidak ada sistem keamanan yang benar-benar kebal.
Ponsel Layar Lipat hingga 5G
Produsen ponsel asal Tiongkok, Royole , merilis FlexPai — ponsel layar lipat yang bisa dibentangkan menjadi tablet setelah lima tahun perancangan, dan baru dipasarkan di Tiongkok. Xiaomi dan Lenovo pun dikabarkan tengah menguji purwarupa serupa.
Sementara itu teknologi 5G dinilai bukan sekadar koneksi ponsel yang lebih cepat, melainkan jembatan bagi robot yang meniru gerak manusia, interaksi lewat augmented reality , hingga mobil tanpa sopir yang harus berkomunikasi nyaris tanpa jeda waktu untuk memilih rute aman.
Belanja Tanpa Kasir
Gerai Amazon Go di Seattle, Amerika Serikat, memperkenalkan cara berbelanja baru: masuk dengan kode QR, mengambil barang, lalu keluar tanpa antre di kasir. Beragam sensor di rak memantau aktivitas belanja, dan rincian transaksi dikirim ke aplikasi konsumen dalam satu hingga dua jam.
Konsep serupa juga diterapkan Trigovision di Tel Aviv, Israel, yang mengandalkan 15 kamera pemantau ruangan untuk mengenali barang yang diambil. Jaringan ritel terbesar Israel, Shufersal, berencana menerapkan sistem ini di 270 gerainya.
Era Virtual YouTuber
Program ini juga menyoroti fenomena VTuber — karakter animasi di YouTube yang digerakkan manusia lewat teknologi motion capture . Sosok virtual bernama Soso Hiori dibuat untuk mempromosikan pariwisata di kawasan Ibaraki, Jepang. Meski VTuber kini populer di Jepang, salah satu VTuber pertama justru berasal dari London dengan kanal animasi yang membutuhkan lebih dari 20 jam pengerjaan per tayangan.
Sumber: V-Tubers, saingan baru para YouTuber dan berita teknologi terbaru lain - CLICK | BBC News Indonesia — YouTube - BBC News Indonesia

Tambahkan WartaNusa Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat lainnya