JAKARTA — Gaji yang selalu habis sebelum akhir bulan bukan semata soal besaran pendapatan, melainkan soal cara mengelolanya. Edukator keuangan Yvonne dari Satu Persen – Indonesian Life School merangkum tiga langkah dasar memulai manajemen keuangan pribadi dengan baik dalam sebuah video edukasi yang diunggah ke YouTube.
Mengutip panduan dari Bank of America, ada tiga cara utama yang bisa dilakukan untuk mulai mengelola keuangan pribadi: membuat anggaran atau budgeting , memiliki tabungan jangka pendek maupun jangka panjang, serta membebaskan diri dari utang.
Langkah pertama yang paling sederhana justru paling jarang dilakukan: mencatat dan mengatur anggaran bulanan. Banyak orang tidak menyadari ke mana uang mereka mengalir setiap bulan karena pengeluaran kecil terasa tidak berarti.
Yvonne mencontohkan pengalaman pribadinya. Ia baru sadar biaya ngopinya — Rp30 ribu sampai Rp50 ribu sekali duduk — ternyata lebih mahal daripada biaya makannya setelah seluruh pengeluarannya dihitung selama sebulan. "Pengeluaran kecil yang tidak disadari, lama-lama membeludak," katanya.
Ia menyarankan siapa pun yang belum pernah membuat anggaran untuk segera menganalisis pengeluarannya selama sebulan penuh, lalu menyusun anggaran berdasarkan hasil analisis tersebut.
2. Bangun Tabungan: Dana Darurat Dulu
Langkah kedua adalah memiliki tabungan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Sebagai gambaran, survei lembaga GoBankingRates tahun 2017 mencatat sekitar 41 persen milenial di Amerika Serikat belum mulai menabung untuk masa pensiun — mereka hidup dari gaji ke gaji tanpa cadangan sama sekali.
Bagi pemula, patokan sederhananya adalah mengumpulkan dana darurat sebesar tiga kali biaya hidup bulanan. Dana darurat ini memberi ketenangan bila sewaktu-waktu terjadi hal tak terduga, seperti jatuh sakit atau kehilangan pekerjaan.
Setelah dana darurat tercukupi, tabungan jangka panjang bisa direncanakan untuk kebutuhan yang lebih besar: menikah, membeli rumah atau kendaraan, hingga persiapan pensiun.
3. Bebaskan Diri dari Utang
Langkah ketiga adalah melunasi utang. Selama masih berutang, seseorang menanggung beban tambahan di luar biaya hidup yang bisa memicu stres berkepanjangan.
Lebih jauh, utang yang tidak terkelola bisa menjerumuskan ke siklus gali lubang tutup lubang: berutang untuk membayar utang sebelumnya, lalu berutang lagi, dan begitu seterusnya.
Prioritas Bisa Disesuaikan
Yvonne menekankan bahwa urutan prioritas ketiganya bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Bila merasa lebih mendesak melunasi utang dulu, silakan. Sebaliknya, bila menabung lebih penting saat ini, itu pun tidak salah.
"Tiga hal ini sebenarnya adalah kuncinya. Untuk prioritasnya, sesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari dan tujuan kalian," pungkasnya.
Sumber: GAK BISA NABUNG? Cara Mengelola & Mengatur Keuangan untuk Pemula — YouTube - Satu Persen - Indonesian Life School
Tambahkan WartaNusa Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.