Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan kawasan konservasi seluas 14 hektare di Kwala Bekala, Kabupaten Deliserdang, untuk melestarikan tanaman endemik dan membangun ekosistem baru di luar kawasan hutan. Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) ini ditargetkan menjadi percontohan konservasi tingkat provinsi yang mengintegrasikan pelestarian tumbuhan dan satwa.
Program tersebut dilaksanakan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut dengan memanfaatkan aset milik Universitas Sumatera Utara (USU) di Desa Durin Tunggal, Kecamatan Pancurbatu — kawasan Fakultas Kehutanan USU, Kwala Bekala.
Sekretaris Dinas LHK Sumut Ari Harahap menjelaskan pembangunan Taman Kehati merupakan salah satu program strategis daerah untuk memperkuat pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan di luar kawasan hutan. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di lobi Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (16/10/2026).
“Ini merupakan program strategis daerah. Nantinya, taman ini dibangun di atas lahan seluas 14 hektare dan menjadi kawasan ekologi baru,” ujar Ari.
Ia mengatakan pembangunan taman tidak memerlukan biaya pembebasan lahan karena memanfaatkan aset milik USU. Kerja sama Pemprov Sumut dan USU telah dituangkan dalam perjanjian kerja sama (PKS) yang ditandatangani beberapa bulan lalu, dengan mekanisme pinjam pakai atau hibah kepada Pemprov Sumut. Penetapan lokasi telah selesai, sedangkan proses pengalihan aset masih berjalan.
Tahapan hingga Soft Launching 2027
Tahapan selanjutnya mencakup penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), penetapan spesies tanaman, penyusunan detail engineering design (DED), serta pengajuan perizinan kepada Kementerian Lingkungan Hidup.
Pemprov Sumut menargetkan pembangunan infrastruktur dan penanaman vegetasi selesai pada 2029, namun berupaya melakukan soft launching pada 2027 apabila rencana aksi 2026 dapat diselesaikan lebih cepat.
Beda dari Tahura
Ari menjelaskan Taman Kehati berbeda dengan kawasan konservasi alami seperti Taman Hutan Raya (Tahura). Taman Kehati dirancang untuk membangun ekosistem baru pada lahan di luar kawasan hutan, termasuk lahan yang sebelumnya kurang produktif atau berupa arboretum. Fokus utamanya adalah penanaman tumbuhan endemik khas Sumatera Utara sekaligus mendukung keberadaan satwa sehingga tercipta ekosistem seimbang.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi, khususnya USU, diharapkan memperkuat fungsi konservasi, pendidikan, dan pengembangan pengetahuan lingkungan.
“Kami berharap pembangunan Taman Kehati Kwala Bekala dapat berjalan lancar serta menjadi percontohan taman keanekaragaman hayati tingkat provinsi di Sumatera Utara,” pungkasnya.
Sumber: Sumut Bangun Taman Kehati 14 Hektare di Kwala Bekala, Target Jadi Pusat Konservasi Endemik — Indeks Waspada
Tambahkan WartaNusa Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.