Terkini
PolitikBerita

Diduga Keracunan MBG, 100 Anak Cirebon Dilarikan ke Rumah Sakit, Dapur SPPG Dibekukan

W

Oleh Redaksi Intarta

Rabu, 21 Okt 2026 12:42 WIB

Diduga Keracunan MBG, 100 Anak Cirebon Dilarikan ke Rumah Sakit, Dapur SPPG Dibekukan
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

CIREBON — Dugaan keracunan massal kembali mencoreng program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 100 anak di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat dilarikan ke rumah sakit setelah diduga keracunan usai menyantap MBG yang diproduksi dari dapur SPPG Kalijaga Lima.

Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Lima di Jalan Pramuka Penggalang Nomor 1 pun dijaga ketat tim gabungan kepolisian dan TNI pada Selasa (20/10/2026) malam untuk mengantisipasi gejolak massa.

Orangtua Panik Mendatangi Kantor SPPG

Penjagaan dilakukan menyusul informasi sejumlah orangtua siswa yang emosi dan sempat mendatangi Kantor SPPG Kalijaga Lima. Para orangtua yang panik menuntut kejelasan atas kondisi anak-anak mereka serta kelayakan makanan yang disajikan dari dapur tersebut.

Korban yang berasal dari tingkat TK, SD, hingga posyandu itu dilaporkan baru merasakan gejala pada sore hari, beberapa jam setelah menyantap MBG di sekolah pada siang harinya. Gejalanya berupa mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga diare hebat.

"Saat ditanya, anak saya mengaku mengonsumsi sup telur puyuh dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kalijaga Lima. Menurutnya, rasanya sudah asam dan tak enak dimakan," kata Doni Armandi, salah satu orangtua siswa, saat mendampingi anaknya di RS Siloam Putra Bahagia.

Menu Sup Telur Puyuh Jadi Sorotan

Sup telur puyuh menjadi sorotan utama dalam insiden ini. Doni menuturkan anaknya mengeluhkan rasa sup tersebut yang dinilai sudah tidak layak konsumsi.

Tim gabungan bersama Forkopimda Kota Cirebon mengamankan sampel makanan berupa sup telur puyuh untuk diuji secara laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.

BGN Bekukan Operasional, Pemerintah Jamin Pengobatan

Sebagai tindak tegas, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menghentikan sementara operasional SPPG Kalijaga Lima. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Cirebon, Yulian Septa Pratama, membenarkan keputusan pembekuan tersebut.

"Pascainsiden ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kalijaga Lima langsung di-suspend oleh Badan Gizi Nasional. Pemerintah juga berjanji bertanggung jawab penuh atas seluruh pengobatan korban," kata Yulian.

Mengingat jumlah korban yang cukup banyak, penanganan para pasien dilakukan secara serentak di beberapa rumah sakit, termasuk RS Siloam Putra Bahagia Cirebon.

Sumber: Kompas Terkini

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua