Terkini
PolitikBerita

Ledakan Mengguncang Riyadh, Arab Saudi Klaim Rudal Houthi Berhasil Dicegat

W

Oleh Redaksi Intarta

Rabu, 21 Okt 2026 13:43 WIB

Ledakan Mengguncang Riyadh, Arab Saudi Klaim Rudal Houthi Berhasil Dicegat
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Arab Saudi menyatakan pasukannya berhasil mencegat sebuah rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi ke arah ibu kota Riyadh, Selasa (20/10). Dua ledakan keras dilaporkan terdengar mengguncang kota itu tak lama setelah pertahanan sipil mengeluarkan peringatan bahaya.

Juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman, Turki Al-Malki, mengatakan rudal tersebut berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran. “Kerajaan berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan milisi teroris Houthi ke arah Riyadh,” ujarnya.

Peringatan Bahaya di Riyadh

Sebelum pencegatan itu, Platform Peringatan Dini Nasional di Kota Riyadh mengeluarkan peringatan potensi bahaya melalui pernyataan di akun X. Pertahanan sipil Arab Saudi kemudian mencabut peringatan tersebut beberapa menit kemudian dengan menyatakan “bahaya telah berlalu”.

Jurnalis AFP yang berada di ibu kota melaporkan dua ledakan mengguncang kota. Menjelang malam hari, Al-Malki juga melaporkan pencegatan sebuah pesawat nirawak (drone) di kawasan Riyadh.

Eskalasi Terbesar dalam Sejarah

Serangan Houthi ke Arab Saudi kini disebut mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Eskalasi ini memaksa penundaan sebuah konferensi investasi besar, sebuah pukulan bagi ambisi Riyadh untuk menarik modal asing dan mendiversifikasi ekonominya.

Serangan mematikan kelompok yang didukung Iran itu juga memaksa bandara Riyadh ditutup. Angkatan udara Saudi secara rutin membalas dengan menyerang posisi kelompok tersebut di tengah perang antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh.

Pada Juli lalu, gencatan senjata rapuh tahun 2022 runtuh setelah Houthi mengizinkan sebuah pesawat Iran mendarat di Sanaa, menantang kendali Riyadh atas wilayah udara Yaman. Setelah itu Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi, menyerang kapal, wilayah, dan fasilitas minyak, lalu merebut wilayah pesisir Laut Merah dalam serangan kilat pada September.

Sumber: CNA

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua