Terkini
PolitikBerita

Fotografer AS Dipukuli Pemukim Israel hingga Tulang Belakang Patah, Washington Berang

W

Oleh Redaksi Intarta

Senin, 19 Okt 2026 17:59 WIB

Fotografer AS Dipukuli Pemukim Israel hingga Tulang Belakang Patah, Washington Berang
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Tepi Barat — Jurnalis foto Washington Post, Heidi Levine, menjalani operasi pada jarinya pada Sabtu (17/10/2026). Jarinya hampir putus setelah ia menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan pemukim ilegal Israel saat meliput panen zaitun di dekat desa Abu Falah, sebelah utara Ramallah, Jumat lalu. Dari ranjang rumah sakit, Levine mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang meragukan insiden serangan tersebut.

“Itu adalah kebohongan besar dan penghinaan yang luar biasa,” ujar Levine, merespons pernyataan Netanyahu yang mengklaim para pemukim justru berusaha menolongnya.

Dikeroyok Selama 10 Menit

Levine menuturkan, sekitar 80 pemukim turun dari sebuah bukit menuju kebun zaitun berteras. Mereka mulai melemparkan batu serta memukuli warga Palestina, para aktivis, dan dirinya. Saat ia tiba di lokasi, ia melihat pria-pria bertopeng mengenakan tzitzit (pakaian keagamaan Yahudi). Sekelompok pria yang berjumlah setidaknya 20 orang langsung menyerbu dirinya.

“Mereka menjatuhkan saya ke tanah, lalu mulai menendang dan memukuli saya dengan tongkat. Mereka menendangi saya selama sekitar 10 menit, sementara saya berusaha mempertahankan kamera dan tas saya,” ungkap Levine kepada Channel 12 Israel.

Dalam rekaman video yang beredar, Levine terlihat sempat terbaring di tanah sementara sejumlah orang bertopeng memukulinya dengan tongkat, sebelum akhirnya melarikan diri. Ia mengatakan helm dan rompi pelindung bertuliskan “PRESS” yang dikenakannya kemungkinan menyelamatkannya dari cedera yang lebih parah.

Putrinya, Ashley Milner, mengatakan kepada Associated Press bahwa salah satu jari tangan kiri ibunya terluka hingga ke tulang bahkan tendonnya terlihat. Levine juga mengalami patah tulang rusuk, beberapa ruas tulang belakang patah, serta luka robek di sekujur tubuh. Dua dokter dan seorang perawat menduga ia juga ditusuk di bagian bokong, mungkin dengan pisau.

Serangan itu berhenti setelah rekan-rekannya yang merupakan warga Palestina turun tangan. Levine dilarikan ke klinik di Abu Falah, lalu ke rumah sakit di Ramallah, sebelum dipindahkan ke Rabin Medical Center di wilayah Israel. Pihak rumah sakit menyatakan kondisinya kini cukup stabil setelah menjalani operasi.

AS Kecam, Polisi Israel Tangkap 8 Tersangka

Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “aksi teror keji yang dilakukan para pengecut bertopeng”. Levine, 63 tahun, adalah warga negara AS.

Kepolisian Israel pada Senin (19/10/2026) menyatakan telah menangkap delapan tersangka dalam penyelidikan atas rentetan kekerasan pemukim di Tepi Barat akhir pekan lalu, termasuk serangan terhadap Levine dan insiden terpisah terhadap rombongan diplomat Eropa di desa Taybeh pada Sabtu.

Levine sendiri menegaskan komitmennya tak goyah. “Mereka mencuri kamera, peralatan, dan dokumen saya, tetapi mereka tidak bisa merampas komitmen saya,” ujarnya. Ia juga mengecam fitnah di media sosial yang menudingnya layak diserang: “Ibu saya hanya datang untuk menjalankan tugasnya sebagai jurnalis.”

Sumber: PurnaWarta

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua