Ten Hag Tuduh INEOS Suburkan Budaya Beracun di Manchester United
Oleh Redaksi Intarta
Selasa, 20 Okt 2026 18:16 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, melancarkan serangan terbuka kepada pemilik baru klub, Sir Jim Ratcliffe dan INEOS. Menurut pelatih asal Belanda itu, INEOS justru menyuburkan "budaya beracun" yang selama ini menggerogoti Old Trafford.
Ten Hag dipecat United pada Oktober 2024 setelah awal musim 2024/25 yang buruk membuat Setan Merah terpuruk di peringkat 14 Liga Inggris. Ia sempat lolos dari evaluasi musim panas setelah INEOS mengambil alih klub, namun tak lama kemudian posisinya digantikan Ruben Amorim.
Dalam wawancara dengan The Athletic, Ten Hag mengungkapkan betapa sulitnya bekerja di tengah proses akuisisi. "Proses pengambilalihan membawa banyak kegaduhan, ketidakpastian di kalangan orang-orang, dan gangguan. Jadi bagi manajer, bagi pelatih, sulit untuk bekerja, itu jelas. Sangat rumit," ujarnya.
Soal Struktur dan Komunikasi
Ten Hag menceritakan pertemuan pertamanya dengan pemilik baru di Carrington, di mana dibahas perubahan struktur klub dan peran manajer yang hendak diubah menjadi sekadar head coach. "Saya bilang, 'OK, mari diskusikan, tapi kontrak saya berbeda'. Saya tidak pernah mendengar kabar apa pun setelah itu," katanya.
Ia juga mengeluhkan minimnya komunikasi. Setiap konferensi pers, ia selalu ditanya soal perubahan struktur, padahal dirinya tak pernah dilibatkan dalam pembahasan serius soal filosofi, model permainan, dan profil tim.
Masalah Disiplin Rashford dan Sancho
Ten Hag merasa pemilik baru tidak mendukungnya dalam menegakkan disiplin pemain, termasuk dalam kasus Marcus Rashford dan Jadon Sancho. "Mereka melanjutkan budaya beracun itu; mereka menyuburkannya, mereka memberi kekuasaan kepada para pemain," tegasnya.
"Rashford adalah pemain yang luar biasa, jika pola pikirnya benar. Saya selalu menunjukkan kepercayaan kepadanya, memainkannya. Tapi ketika standar seperti ini ditunjukkan, kadang Anda harus melakukan koreksi."
Simpati untuk Michael Carrick
Ten Hag juga menyampaikan simpati kepada pelatih United saat ini, Michael Carrick, yang sedang tertekan setelah hanya memenangi satu laga Liga Inggris musim ini. "Memecatnya bukanlah solusi. Seratus persen bukan. Suporter akan menuntut itu kalau hasil tidak membaik — itu keluar dari perut, dari emosi. Anda harus mengambil keputusan rasional," katanya.
Meski pahit, Ten Hag mengaku tetap mencintai klub. "Saya menikmati setiap menit di Manchester United; saya punya kenangan yang luar biasa. Rasanya saya terhubung; saya seorang penggemar. Saya benar-benar ingin United menang. Saya ingin mereka sukses lagi. Saya ingin klub ini kembali ke tempatnya dulu."
Sumber: OneFootball
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Gudmundsson Lolos dari Kartu Merah, Fans MU Geram di Laga Leeds vs Man United

Cedera Baru Hantui MU: Lisandro Martinez Merasakan Nyeri di Paha Usai Laga Lawan Leeds

Michael Carrick Percaya Manchester United Sedang Menjalani Awal Baru

Harry Maguire Minta MU Lebih Berani Usai Ditahan Imbang Leeds

Debut Eropa Como: Jamu Manchester United, Tim yang Dulu Nyaris Merekrut Fabregas

Cedera Rahang, Emi Martinez Absen hingga Dua Bulan Bela Chelsea
Berita Terkini
Lihat Semua
Diduga Api dari Ruang Mesin, KMP Batumandi Terbakar Jelang Bersandar di Merak

Serangan Drone Hantam Pasar Ramai di Abyei, Sedikitnya 153 Orang Tewas

Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagih Lima Tuntutan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Diduga Intimidasi Mahasiswa Usai Demo Karhutla, Ajudan Gubernur Kaltim Terancam Sanksi

