Kabut Asap Kembali Mengepung Palembang, Kualitas Udara Sentuh Level Berbahaya
Oleh Redaksi Intarta
Selasa, 20 Okt 2026 21:32 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali diselimuti kabut asap tebal pada Selasa pagi, 20 Oktober 2026. Selain membatasi jarak pandang hingga sekitar 700 meter, asap pekat itu membuat indeks standar pencemaran udara di Palembang kembali berada pada level berbahaya.
Kabut asap yang kembali menebal ini diduga kuat berasal dari terbakarnya lahan gambut, terutama di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kondisi tersebut langsung dikeluhkan warga, khususnya mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Penerbangan di Bandara SMB II Terganggu
Tebalnya kabut asap turut mengganggu operasional penerbangan. Di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, jarak pandang sempat turun hingga 450 meter dan menyebabkan empat penerbangan mengalami gangguan hingga pukul 08.30 WIB, terdiri dari tiga keberangkatan dan satu kedatangan.
Dua penerbangan keberangkatan mengalami keterlambatan. Penerbangan ID7054 rute Palembang-Halim Perdanakusuma yang semula dijadwalkan pukul 09.00 WIB baru terealisasi pukul 09.41 WIB, sedangkan penerbangan Super Air Jet IU302 rute Palembang-Pangkalpinang yang dijadwalkan pukul 09.10 WIB terpaksa ditunda hingga pukul 09.33 WIB. Sementara penerbangan Garuda Indonesia GA107 rute Palembang-Jakarta dan GA102 rute Jakarta-Palembang masuk dalam pemantauan intensif.
"Empat penerbangan tersebut terdiri atas tiga keberangkatan dan satu kedatangan hingga pukul 08.30 WIB," ujar General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Ahmad Syaugi Shahab.
Jarak pandang di area bandara mulai membaik menjelang siang. Pada pukul 11.31 WIB, jarak pandang horizontal tercatat meningkat hingga 1.500 meter sehingga aktivitas penerbangan kembali normal.
Upaya Penanganan Terus Diperkuat
Sementara itu, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di Sumatera Selatan terus diperkuat. Pada 15-16 Oktober 2026, BNPB melaksanakan penyemaian 2,4 ton dry ice dalam tiga sorti penerbangan untuk membantu mengurangi konsentrasi asap di atmosfer.
Berdasarkan keterangan BPBD Sumsel, jarak pandang di sekitar wilayah penyemaian yang sebelumnya berada di kisaran 650 meter meningkat menjadi sekitar 2.800 meter setelah pelaksanaan penyemaian. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru terus mendorong agar penanganan karhutla dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui pemadaman darat maupun dukungan operasi udara.
Data pemantauan kualitas udara BMKG pada Jumat, 16 Oktober 2026, menunjukkan tingginya konsentrasi PM2.5: Stasiun Talang Betutu Palembang mencatat 527,3 mikrogram per meter kubik dan Stasiun Musi 2 mencatat 390,2 mikrogram per meter kubik. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker bila harus beraktivitas di luar rumah.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla RI Kembali, Sekolah di Johor Malaysia Ditutup Lima Hari

Kabut Asap Menebal, Pemuda Pancasila Babalan Bagikan Masker Gratis ke Pengguna Jalan

Polda Kalteng Tetapkan 43 Tersangka Karhutla, Satu Korporasi Ikut Kena

Asap Karhutla Kalimantan Masuk Atmosfer Jakarta, Ini yang Perlu Dilakukan

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

Peringatan Keras untuk Perusahaan Pembakar Hutan: Pemerintah Tak Akan Segan Bertindak
Berita Terkini
Lihat Semua
Serangan Drone Hantam Pasar Ramai di Abyei, Sedikitnya 153 Orang Tewas

Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagih Lima Tuntutan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Diduga Intimidasi Mahasiswa Usai Demo Karhutla, Ajudan Gubernur Kaltim Terancam Sanksi

Siemens Ingatkan: Jangan Hapus Pekerjaan Pemula, AI Tetap Butuh Pengawasan Manusia

