Siemens Ingatkan: Jangan Hapus Pekerjaan Pemula, AI Tetap Butuh Pengawasan Manusia
Oleh Redaksi Intarta
Selasa, 20 Okt 2026 19:44 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Peringatan itu disampaikan Judith Wiese, chief people and sustainability officer Siemens, dalam sebuah kesempatan pekan ini. Menurutnya, ketika pekerjaan rutin dialihkan ke AI, karyawan muda tidak lagi mendapat kesempatan memperoleh pengalaman langsung yang akan sangat berguna di kemudian hari dalam karier mereka.
“Pertanyaan krusialnya selalu: apa yang perlu saya kerjakan, periksa, dan lihat sendiri agar tidak disesatkan oleh AI?” kata Wiese.
Contoh pada Pengembang Perangkat Lunak
Wiese mencontohkan para pengembang perangkat lunak (software developer). Menurutnya, penting bagi mereka untuk tetap mampu menulis kode sendiri agar bisa memeriksa secara kritis kode yang dihasilkan AI.
Perusahaan-perusahaan, lanjut Wiese, harus memberi kesempatan kepada karyawan muda untuk mengerjakan sendiri tugas-tugas tersebut dan mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk menilai hasil kerja AI.
AI Juga Membantu
Meski demikian, Wiese mengakui bahwa AI juga bisa membantu karyawan memperoleh keterampilan lebih cepat. Bahkan, para karyawan yang lebih senior bisa belajar dari rekan-rekan mereka yang lebih muda karena generasi muda tumbuh besar dengan menggunakan AI.
Terkait dampak AI terhadap lapangan kerja, Wiese mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan. Ia mencatat Siemens saat ini memiliki sekitar 30.000 insinyur perangkat lunak.
“Produktivitas tambahan bisa digunakan untuk mengerjakan pekerjaan yang sama dengan jumlah orang lebih sedikit, atau mengerjakan lebih banyak dengan jumlah karyawan yang sama,” ujarnya.
Wiese juga menegaskan bahwa AI membuat proses kerja berjalan lebih cepat, memungkinkan penjelajahan ide-ide baru, serta mewujudkan proyek-proyek yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan tanpa teknologi tersebut. Siemens, katanya, akan terus merekrut dan berinvestasi pada talenta muda.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Menelisik Bahaya Agentic AI: Ketika Mesin Bisa Bertindak Sendiri

Waspada 'Teman Maya 24 Jam': Anak Rentan Terjebak Ikatan Emosional dengan AI

Jelang Rilis Kinerja, Belanja AI Meta dan Adopsi Asisten Muse Jadi Sorotan

Eks Karyawan OpenAI Pasang Alat Perekam, Jaksa: Didukung Pemerintah Saudi

Makin Banyak Lajang Andalkan AI untuk Cari Jodoh, Efisien tapi Berisiko

Amazon Gelontorkan 16 Miliar Euro untuk Jerman Tahun Depan
Berita Terkini
Lihat Semua
Serangan Drone Hantam Pasar Ramai di Abyei, Sedikitnya 153 Orang Tewas

Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagih Lima Tuntutan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Diduga Intimidasi Mahasiswa Usai Demo Karhutla, Ajudan Gubernur Kaltim Terancam Sanksi

Kabut Asap Kembali Mengepung Palembang, Kualitas Udara Sentuh Level Berbahaya

