Wacana HP Gratis Dikritik: Ekonom UGM Sebut Bisa Sedot APBN hingga Rp74 Triliun
Oleh Redaksi Intarta
Rabu, 21 Okt 2026 13:22 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Menurut Wisnu, biaya program tersebut tidak berhenti pada pengadaan gawai semata. Negara juga harus menanggung ongkos distribusi, aktivasi perangkat, kuota internet, pemeliharaan sistem, hingga risiko penggantian perangkat yang rusak atau hilang.
"Program semacam ini juga cenderung mendorong belanja berulang, bukan sekali jalan," ujar Wisnu, Selasa (20/10), dikutip dari laman resmi UGM.
Hitung-hitungan Anggarannya
Wisnu memaparkan hitung-hitungan kasarnya. Jika pemerintah menganggarkan perangkat seharga Rp1 juta per unit untuk 20 juta penerima, dana yang dibutuhkan dari APBN khusus untuk pengadaan gawai saja sudah mencapai Rp20 triliun. Angka itu bisa melonjak hingga Rp74 triliun apabila target penerima menjangkau 74 juta orang, belum termasuk biaya pendukung lainnya.
Rawan Inefisiensi
Di tengah ruang anggaran negara yang terbatas, pengadaan terpusat dengan pembiayaan penuh dari negara dinilai sangat rawan mengalami inefisiensi. Wisnu menekankan perlunya pengawasan ketat untuk mencegah mark up harga, spesifikasi perangkat yang tidak sesuai kebutuhan, hingga pembelian lisensi yang sebenarnya tidak diperlukan.
Sumber: JPNN
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Ekonom Khawatir Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih Macet dan Ganggu Likuiditas BPD

Kabut Asap Menebal, Pemuda Pancasila Babalan Bagikan Masker Gratis ke Pengguna Jalan

Diikuti Penenun Se-Sumut, Jabu Bonang Awards 2026 Jadi Apresiasi Perdana bagi Pelestari Wastra

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Hukum Tampak Sibuk, Rasa Keadilan Belum Merata

Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagih Lima Tuntutan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Wamenkop Akui Sejumlah Gedung Koperasi Merah Putih Tak Strategis, Segera Dievaluasi
Berita Terkini
Lihat Semua
Gegara Tersinggung Mimik Wajah, 21 Siswa Keroyok Adik Kelas di SMAN 1 Gorontalo

Tolak Rumahnya Dieksekusi PT KAI, Pria di Medan Siram Bensin dan Acungkan Parang

Komdigi Bantah Minta Platform Turunkan Konten Karhutla di Medsos

9 Gudang di Jatiuwung Ludes Dilalap Api, Diduga Korsleting di Gudang Es Krim

