Iran membantah tudingan Arab Saudi yang menyebut Teheran berada di balik serangkaian serangan kelompok Houthi ke wilayah kerajaan itu. Di tengah ketegangan yang memanas, Teheran justru menawarkan diri menjadi mediator untuk meredakan konflik antara Houthi dan Riyadh.
Bantahan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Jumat (16/10), sehari setelah Riyadh melontarkan tuduhan tersebut. Baqaei menegaskan pemerintah Iran tidak terlibat dalam operasi militer yang dilakukan kelompok Houthi di Yaman.
“Republik Islam Iran menolak klaim apa pun bahwa Iran telah memainkan peran dalam operasi Yaman,” kata Baqaei dalam pernyataannya, dikutip AFP, Sabtu (17/10/2026).
Tawaran Mediasi Teheran
Selain membantah tuduhan, Baqaei menyatakan Iran siap menggunakan hubungan yang dimilikinya untuk mempertemukan Houthi dan Arab Saudi. Teheran berharap upaya diplomatik dapat membuka jalan menghentikan permusuhan di kawasan.
“Kami tetap siap menggunakan seluruh kapasitas kami untuk tujuan ini atas permintaan kedua belah pihak,” ujarnya.
Namun tawaran tersebut belum mendapat kepastian respons. Belum jelas apakah Arab Saudi maupun Houthi akan menerima mediasi yang ditawarkan Iran, di tengah situasi yang masih diwarnai saling tuduh dan aksi militer.
Tuduhan Riyadh dan Latar Belakang
Tuduhan Riyadh disampaikan Wakil Menteri Diplomasi Publik Arab Saudi, Rayed Krimly, yang menyebut Iran mendorong peningkatan serangan Houthi dalam beberapa bulan terakhir. Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi dilaporkan berulang kali melancarkan serangan terhadap target-target Arab Saudi, termasuk fasilitas energi, kapal di Laut Merah, dan infrastruktur penerbangan.
Salah satu insiden paling mematikan terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada 10 Oktober 2026, yang menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.
Hubungan Iran-Houthi Jadi Sorotan
Houthi merupakan kelompok politik dan bersenjata berpengaruh di Yaman yang menguasai Sanaa dan kerap dikaitkan dengan jaringan Axis of Resistance, yang mencakup Hizbullah di Lebanon serta kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran di Irak.
Meski hubungan Teheran dengan Houthi dekat, Iran berulang kali menegaskan bahwa kelompok tersebut mengambil keputusan militer berdasarkan kepentingannya sendiri. Teheran juga menilai klaim Riyadh tidak dapat dipercaya oleh pihak yang memahami hubungan Iran dengan negara-negara sahabatnya.
Perseteruan Arab Saudi-Houthi sendiri tak lepas dari konflik Yaman yang berkepanjangan. Gangguan terhadap jalur Laut Merah dan fasilitas minyak turut memicu kekhawatiran akan stabilitas perdagangan internasional dan pasokan energi.
Sumber: Iran Bantah Terlibat Serangan Houthi ke Saudi, Siap Jadi Mediator — Google News ID
Tambahkan WartaNusa Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.