Jelang Rilis Kinerja, Belanja AI Meta dan Adopsi Asisten Muse Jadi Sorotan
Oleh Redaksi Intarta
Selasa, 20 Okt 2026 18:47 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Belanja jumbo Meta untuk kecerdasan buatan dan adopsi asisten pribadi Muse akan menjadi sorotan saat raksasa media sosial itu merilis laporan keuangan kuartal ketiga pada Rabu. Perusahaan berusaha membuktikan investasi AI-nya mampu menopang pertumbuhan.
Meta telah meluncurkan sejumlah produk dan layanan AI yang menyasar bisnis, seiring CEO Mark Zuckerberg berupaya menciptakan aliran pendapatan baru di luar iklan demi bersaing dengan OpenAI dan Anthropic dalam perlombaan AI.
Keyakinan Investor Menguat
Respons positif terhadap asisten Muse — yang menawarkan layanan berlangganan — dan model AI terbaru Meta telah memperkuat kepercayaan investor terhadap strategi AI perusahaan, di tengah komitmen Meta menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk memperluas infrastruktur AI-nya.
"Peluncuran AI terbaru telah memperkuat keyakinan terhadap eksekusi AI perusahaan," tulis analis BofA Global Research, seraya menambahkan survei mereka menunjukkan permintaan iklan yang sehat pada kuartal tersebut.
Belanja Modal Melonjak Dua Kali Lipat
Analis memperkirakan belanja modal Meta lebih dari dua kali lipat menjadi 41,68 miliar dolar AS pada kuartal September, menurut data Visible Alpha. Lonjakan belanja itu telah menekan arus kas bebas pada kuartal kedua, dan analis memperkirakan Meta akan membukukan pembakaran kas 8,52 miliar dolar AS pada kuartal ketiga.
Meski begitu, analis Morgan Stanley justru menaikkan estimasi laba Meta untuk 2027 dan 2028, dengan alasan pertumbuhan iklan yang lebih kuat dan potensi produk AI baru menghasilkan pendapatan tambahan.
Estimasi Wall Street
Wall Street memperkirakan laba bersih Meta turun sekitar 17 persen menjadi 15,44 miliar dolar AS, menurut data LSEG. Pendapatan diprediksi tumbuh 23,8 persen menjadi 63,42 miliar dolar AS, melambat dari sekitar 28 persen pada kuartal sebelumnya di tengah persaingan ketat dengan Google dan TikTok.
Saham Meta naik sekitar 7 persen tahun ini, tertinggal dari kenaikan S&P 500 yang sekitar 12 persen.
Sumber: CNA
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Siemens Ingatkan: Jangan Hapus Pekerjaan Pemula, AI Tetap Butuh Pengawasan Manusia

Eks Karyawan OpenAI Pasang Alat Perekam, Jaksa: Didukung Pemerintah Saudi

Waspada 'Teman Maya 24 Jam': Anak Rentan Terjebak Ikatan Emosional dengan AI

Menelisik Bahaya Agentic AI: Ketika Mesin Bisa Bertindak Sendiri

Skandal 'AdFection': Spyware Disusupkan lewat Iklan, Jurnalis Al-Jazeera Jadi Korban

Amazon Gelontorkan 16 Miliar Euro untuk Jerman Tahun Depan
Berita Terkini
Lihat Semua
Diduga Api dari Ruang Mesin, KMP Batumandi Terbakar Jelang Bersandar di Merak

Serangan Drone Hantam Pasar Ramai di Abyei, Sedikitnya 153 Orang Tewas

Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagih Lima Tuntutan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Diduga Intimidasi Mahasiswa Usai Demo Karhutla, Ajudan Gubernur Kaltim Terancam Sanksi

