PolitikBerita

Pelajaran Pahit dari Negosiasi Dagang: Terlalu Bergantung pada Satu Mitra Saja

Redaksi Intarta

Oleh

Pelajaran Pahit dari Negosiasi Dagang: Terlalu Bergantung pada Satu Mitra Saja
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Mark Carney menyampaikan pengakuan yang jarang diucapkan seorang kepala pemerintahan: negaranya selama ini terlalu bergantung pada satu mitra dagang. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan DW News pada Jumat, 30 Oktober 2026, seusai perundingan di Montreal dengan para pemimpin blok ekonomi Eropa.

"Pelajaran yang kami petik, seluruh rakyat kami, adalah kami terlalu bergantung pada mitra dagang terbesar kami. Terlalu erat terhubung dengan mereka. Kami perlu membangun kekuatan di dalam negeri serta mendiversifikasi dan memperdalam kemitraan dengan negara-negara yang sejalan di dunia internasional," ujar Carney.

Baca Juga:Kunjungan Perdana ke Turki, Carney Sepakat Dongkrak Dagang hingga 10 Miliar Dolar

Kemitraan Terdekat Tanpa Keanggotaan Penuh

Delegasi Eropa yang dipimpin Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa bertemu Carney dan para pejabatnya di Montreal. Mereka membahas gagasan yang dilontarkan von der Leyen tentang status "keanggotaan asosiasi" — sebuah status yang belum pernah ada untuk negara mana pun — meski pemerintah Jerman di bawah Kanselir Friedrich Merz disebut menolak penciptaan label tersebut. Carney tampak mendukung gagasan itu.

"Apa artinya? Artinya kemitraan sedekat mungkin tanpa menjadi anggota penuh, karena secara geografis kami tidak berada di benua itu sehingga tidak bisa mengajukan aksesi."
Baca Juga:UE dan Kanada Gelar KTT Khusus di Montreal, Bidik Kemitraan hingga Level Tertinggi

Menurut Carney, kejelasan justru ada pada substansinya, apa pun istilah yang akhirnya dipakai. Kedua pihak memakai frasa yang sama untuk menggambarkan hubungan yang sedang dibangun.

Bukan Blok Baru Tanpa Mitra Lama

Ketika ditanya apakah ia sedang membangun blok transatlantik baru tanpa mitra dagang terbesarnya, Carney menjawab bahwa langkah ini lebih soal diversifikasi dan pendalaman kemitraan lain, bukan soal menyingkirkan mitra terbesarnya. Ia menyebut kedua pihak tetap merupakan mitra dekat dan sekutu di NATO.

"Dalam banyak hal, akan ada kerja sama yang jauh lebih dalam antara kami dan Eropa dibandingkan dengan mitra dagang terbesar kami," kata Carney, seraya menyebut perjanjian perdagangan komprehensif CETA sebagai salah satu perjanjian perdagangan bebas tersukses di dunia, di samping kerja sama riset serta program Horizon Europe dan Erasmus+ untuk pertukaran pelajar.

Bidang-bidang baru yang bisa diperluas, menurut dia, meliputi teknologi antariksa, kecerdasan buatan, dan mineral kritis.

Tetap Berterus Terang soal Batas

Carney tidak menutup-nutupi kesulitan hubungannya dengan Presiden Donald Trump, termasuk berbagai langkah sepihak yang pernah dilontarkan sang presiden. Namun ia menegaskan ikatan antarmasyarakat kedua negara sudah terjalin lama dan sangat kuat, sehingga tidak akan runtuh hanya karena pergantian pemerintah.

"Ikatan antara rakyat kami dan rakyat mereka sudah lama terjalin. Sangat kuat. Dan sebagian besarnya akan tetap terjaga apa pun pemerintahannya," ujarnya.

Soal cara terbaik menghadapi Trump, Carney menyebut pentingnya bersikap langsung, jelas, dan tegas soal batas yang tidak bisa ditawar, sambil tetap menunjukkan rasa hormat dan mengembalikan perundingan ke persoalan inti. Ia mengakui skala hubungan dagang dengan mitra terbesarnya "sangat sulit digantikan".

Ketika ditanya apakah pembicaraan dengan Eropa bisa memicu tarif atau hukuman baru, Carney menjawab singkat, "Kami sudah lama hidup dengan hal ini." Menurutnya, seluruh dalih tindakan dagang terhadap negaranya tidak berdasar menurut perjanjian dagang yang berlaku.

Pesan terpenting, kata Carney — juga bagi Gedung Putih — adalah bahwa perundingan dengan Brussel merupakan "asosiasi positif" untuk membantu menyelesaikan masalah global.

"Ini bukan melawan seseorang. Ini untuk. Ini tindakan positif."

Wawancara tersebut dipandu jurnalis Katharina Kroll di Menara Pelabuhan Montreal.

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang →

Topik

i

intarta

Berita & Media

Diskusi

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua