Balita 3 Tahun di Karawang Dianiaya Dua Temannya, Keluarga Tolak Damai
Oleh Redaksi Intarta
Kamis, 22 Okt 2026 17:34 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Korban berinisial MAM mengalami sejumlah luka, termasuk luka serius pada bagian alat kelamin, luka di bahu kiri, serta bekas cakaran di wajah dan dada. Korban sempat menjalani perawatan intensif di RS Siloam Purwakarta sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
Bermula dari Niat Bermain Bersama
Menurut keterangan Polresta Karawang, kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB saat R sedang memancing ikan di wilayah Jomin. Korban menghampiri untuk melihat ikan yang dipancing, kemudian S datang menyusul.
Dua anak berinisial R dan S itu diduga mengambil gunting dan tusuk sate dari rumah S sebelum melakukan kekerasan terhadap korban sekitar pukul 17.40 WIB. Setelah korban mengerang kesakitan, R disebut mengantarkannya kembali ke rumah. Keluarga yang mengetahui kondisi korban kemudian membawanya untuk mendapatkan perawatan medis.
“(Ketiganya) saling kenal. Sepertinya ada inisiatif saja pengen membully,” kata Kasi Humas Polresta Karawang Ipda Muh Asim.
Ditetapkan sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum
Polisi mengamankan R dan S pada Selasa (13/10/2026), sehari setelah peristiwa. Keduanya ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH) dan menjalani pembinaan. Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan visum et repertum, dan kasus ditangani berdasarkan Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Kasatres PPA dan PPO Polresta Karawang AKP Herwit Yuanita Bintari menyebut penyidik masih mendalami peran masing-masing anak dalam kejadian tersebut.
Keluarga Tolak Uang Damai
Keluarga korban menyatakan menolak uang damai dan memilih melanjutkan perkara ke jalur hukum. Melalui kuasa hukumnya, Mira Widyawati, keluarga berharap proses hukum berjalan sebagaimana mestinya dan hak-hak MAM sebagai korban anak tetap terlindungi selama penanganan perkara.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Raden Vini menyebut korban sudah diperbolehkan pulang dan kondisinya mulai membaik meski masih merasakan sakit.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Dokter di Bandung Dibekuk karena Diduga Cabuli Anak Kandungnya yang Berusia 3,5 Tahun

Marak Bullying hingga Tewaskan Anak, Puan Minta Perlindungan Anak Dievaluasi

Bocah Penyandang Disabilitas di Surabaya Tewas, Diduga Dirundung Teman Sebaya

Tragedi Desak-desakan di Festival Durga Puja India, 17 Orang Tewas

Prancis Terbakar Amarah: Demo Biaya Hidup Bakar Balai Kota Berusia 140 Tahun, 1.200 Ditangkap

Gegara Tersinggung Mimik Wajah, 21 Siswa Keroyok Adik Kelas di SMAN 1 Gorontalo
Berita Terkini
Lihat Semua
Kunjungan Perdana ke Turki, Carney Sepakat Dongkrak Dagang hingga 10 Miliar Dolar

Ketegangan Memuncak di Perbatasan Iran: Wilayah Balochistan Dilanda Gelombang Serangan

Demi 'Mode Survival', Bahlil Pertimbangkan Tak Perpanjang Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Debat Sengit Andi Azwan Vs Kuasa Hukum Denny Indrayana soal SP3 Kasus Lama

