Obama Kecam Kekejaman dan Korupsi Era Trump di Depan Pendukung Demokrat Ohio
Oleh Redaksi Intarta
Minggu, 25 Okt 2026 16:22 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Dalam rapat umum di Cleveland, Ohio, pada Sabtu, Obama mengatakan presiden yang sedang menjabat itu telah memilih serangkaian keputusan yang keliru. Yang paling ia soroti adalah perang Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran, yang ia sebut sebagai perang yang tidak perlu dan tidak pernah diminta siapa pun.
“Setelah dua tahun kekacauan, kekejaman, korupsi, dan ketidakmampuan yang belum pernah kita lihat di era modern, Anda mendapat kesempatan untuk berkata: cukup sudah,” kata Obama kepada warga Ohio, sembari mengajak mereka menolak pemerintahan dari Partai Republik itu.
Kritik atas Perang dan Selat Hormuz
“Iran kini punya hak veto atas Selat Hormuz, jalur tempat minyak mengalir ke seluruh dunia,” ujar Obama. Ia menilai kondisi itu sebagai bukti kegagalan kebijakan luar negeri Trump.
Dari Ohio, Obama melanjutkan kampanye ke Detroit, Michigan, pada Sabtu malam. Di sana ia berkampanye untuk calon senator Abdul El-Sayed dan calon gubernur Jocelyn Benson. Ia menyebut pemungutan suara 3 November sebagai “pemutus arus” yang setidaknya bisa mengendalikan kebijakan Trump yang ia sebut sembrono.
Membela Acton dan El-Sayed
Di Ohio, Obama juga menyinggung iklan serangan calon gubernur dari Partai Republik, Vivek Ramaswamy, terhadap calon dari Partai Demokrat, Amy Acton. Dalam iklan itu, ibu Acton membantah cerita putrinya tentang masa kecil yang diwarnai tunawisma dan pelecehan seksual oleh ayah tirinya, serta mengajak warga Ohio tidak memilih Acton.
“Dalam beberapa hari terakhir, kita melihat tidak ada batas yang tidak akan ia langgar, tidak ada kerendahan yang tidak akan ia capai,” kata Obama tentang Ramaswamy. Trump sendiri membela iklan itu pada Sabtu, saat ia memberikan suara lebih awal di Florida.
Di Detroit, Obama membela El-Sayed dari serangan yang menyasar nama dan keyakinan Muslimnya. “Kita pernah menonton film ini sebelumnya. Saya yang membintanginya,” ujarnya, merujuk pada pengalaman pribadinya. “Abdul sama Michigan-nya dengan siapa pun,” tambahnya, seraya menegaskan bahwa El-Sayed berbagi nilai yang sama dengannya.
Sumber: Al Jazeera
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kelompok HAM Khawatir Agen ICE Intimidasi Pemilih di Pemilu Sela AS 2026

Trump Tuduh Zelensky Tak Mau Perang Berakhir, Bela Alasan Longgarkan Sanksi Rusia

Putin Bebaskan Warga AS di Tengah Pertemuan dengan Utusan Trump

Muhammadiyah Murka Trump Jadikan Nama 'Mohammad' Bahan Candaan: Sangat Menyakitkan

Sesumbar Trump: AS Sudah Lumpuhkan Iran, Rusia dan China Disebut Tak Berperan

Iran Tegaskan Tak Akan Menyerahkan Uranium yang Diperkaya ke AS
Berita Terkini
Lihat Semua
Keuskupan Agung New York Sepakat Bayar 800 Juta Dolar AS kepada Para Korban

Tembakan dari Mobil di Luar Arena Tinju Dekat Brisbane, Empat Orang Terluka

Udara Singapura Mulai Membaik, Tiga Wilayah Keluar dari Zona Tidak Sehat

Arab Saudi Tembak Jatuh Rudal Houthi ke Riyadh, Trump Isyaratkan Serangan ke Iran

