Donald Trump berpotensi menjadi pemenang pertama sekaligus terakhir FIFA Peace Prize. Komite Tanggung Jawab Sosial Sepak Bola FIFA dijadwalkan melakukan evaluasi terhadap penghargaan kontroversial tersebut, dan keputusan mengenai masa depannya akan diambil pada Desember 2026.
Presiden FIFA Gianni Infantino menganugerahkan FIFA Peace Prize perdana kepada Trump dalam acara undian Piala Dunia 2026 di Washington DC, Desember lalu. Penghargaan itu diumumkan secara tiba-tiba pada November tahun lalu — setelah Trump gagal meraih Nobel Perdamaian yang sangat ia dambakan.
Infantino dicecar sejumlah anggota Dewan FIFA dalam pertemuan di Zurich pekan ini, yang merupakan pertemuan pertama sejak rencana World Cup sell-off-nya gagal. Ketua FA Inggris Debbie Hewitt mengatakan masih mencari jawaban dari Infantino atas sejumlah kontroversi yang melilit presiden FIFA itu.
Kritikus Infantino menilai belum ada penjelasan memadai atas keterlibatannya dalam rencana Fifa Forward Enterprise (FFE), pembatalan sanksi Folarin Balogun di Piala Dunia, hingga FIFA Peace Prize itu sendiri.
FIFA sendiri memiliki aturan ketat soal netralitas politik, dan Infantino dituduh melanggarnya ketika menyebut Trump "pasti layak" memenangkan penghargaan tersebut. Pengumuman penghargaan tahun lalu menyebut tujuannya "memberikan penghargaan kepada individu yang telah melakukan tindakan luar biasa untuk perdamaian dan dengan demikian menyatukan orang di seluruh dunia".
Isu Lain: Kasus Balogun
Infantino telah menghadapi seruan mundur sejak rencana FFE dibatalkan, namun ia tetap maju dalam pemilihan ulang Maret mendatang setelah meminta maaf kepada anggota Dewan FIFA di Zurich pada Kamis.
Pernyataan resmi FIFA usai pertemuan mengonfirmasi Infantino meminta maaf "atas kesalahan terkait proposal Fifa Forward Enterprise yang telah ditarik" dan menyerukan persatuan, sembari menegaskan "sepak bola untuk semua orang, di mana saja".
FIFA juga menyebut peninjauan prosedur disipliner akan dilakukan oleh Komite Hukum FIFA setelah sanksi Balogun di Piala Dunia dibatalkan — pembatalan yang terjadi setelah Trump menghubungi Infantino.
Sumber: Trump could hold Fifa’s Peace Prize forever as Infantino’s award faces scrap — OneFootball
Tambahkan WartaNusa Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.