Terkini
PolitikBerita

Trump Tuduh Zelensky Tak Mau Perang Berakhir, Bela Alasan Longgarkan Sanksi Rusia

W

Oleh Redaksi Intarta

Senin, 19 Okt 2026 17:38 WIB

Trump Tuduh Zelensky Tak Mau Perang Berakhir, Bela Alasan Longgarkan Sanksi Rusia
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan kritik pedas terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Trump menuding pemimpin Ukraina itu tidak memiliki niat untuk mengakhiri perang melawan Rusia yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Melalui unggahan di platform Truth Social yang dikutip AFP pada Senin (19/10), Trump mengklaim dirinya sedang memimpin proses negosiasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina yang mencatatkan "kemajuan besar". Namun, ia menilai sikap Zelensky justru menjadi pengganjal diplomasi tersebut.

"Zelensky tidak peduli, dan sejujurnya, dengan semua uang yang terkenal banyak diberikan Eropa kepadanya... dia tidak ingin mengakhiri perang ini, dan mungkin tidak akan pernah ingin."

Bela Kelonggaran Sanksi Diesel Rusia

Kritik tajam ini disampaikan Trump di tengah sorotan publik atas keputusannya menandatangani keputusan presiden pada akhir pekan lalu untuk menangguhkan penerapan sanksi baru yang cukup ketat terhadap Rusia. Sanksi tersebut sebelumnya diusulkan melalui undang-undang atas nama mendiang Senator AS Lindsey Graham, seorang pendukung kuat pertahanan Ukraina.

Trump membela keputusannya memberikan pengecualian sanksi sementara (sanctions waiver) terhadap impor minyak diesel dari Rusia. Langkah kontroversial ini diambil AS demi mengalirkan pasokan diesel Rusia dalam jumlah besar ke pasar global guna menekan lonjakan harga bahan bakar menjelang pemilu paruh waktu AS awal bulan depan.

"Keputusan saya mengenai Rusia sangat sederhana. Saya berada dalam proses menegosiasikan perdamaian dalam perang antara Rusia dan Ukraina, dan tidak ingin melakukan sesuatu yang secara bodoh mendorong Rusia menjauh dari meja perundingan."

Kesepakatan impor diesel dari Rusia ini mengejutkan Ukraina dan para sekutunya, sekaligus memicu perselisihan terbuka yang membuat hubungan antara Trump dan Zelensky kembali merosot tajam.

Tudingan soal Kilang Minyak

Selain isu sanksi, Trump menuduh Ukraina sengaja menargetkan kilang-kilang minyak di wilayah Rusia untuk memperburuk pasar diesel global, yang secara tidak langsung berdampak pada peta politik domestik AS.

"Zelensky menggunakan kilang diesel di Rusia sebagai sasaran, dengan mengetahui bahwa serangan-serangan ini sangat merusak pasar diesel dunia, termasuk pasar di Amerika Serikat."

Trump juga mengklaim kelonggaran sanksi diberikan agar Rusia tidak membantu Iran secara militer di tengah konflik Timur Tengah.

Perselisihan terbaru antara AS dan Ukraina menandai pergeseran substansial dalam kebijakan luar negeri AS terhadap perang Rusia-Ukraina. Di bawah kepemimpinan Donald Trump, AS lebih memrioritaskan stabilitas harga energi domestik dan pengendalian inflasi menjelang agenda politik pemilu.

Sumber: Investor.id

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua