Komdigi Gempur Judi Online, Mantan Pemain: Saya Bisa Berhenti
Oleh Redaksi Intarta
Senin, 19 Okt 2026 22:31 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Promosi judi online sempat marak di media sosial. Iming-iming keuntungan besar membuat banyak orang tergiur untuk mencoba. Namun di balik itu tersembunyi jerat yang bisa menghancurkan kehidupan: uang dan barang berharga melayang, kecanduan berujung pada tekanan psikologis yang tak mudah dipulihkan.
Baca Juga:
Amarah Warga Eropa Pecah: Demo Biaya Hidup Meluas dari Prancis ke Italia, Belgia, hingga Portugal"Itu berpengaruh sekali sampai bisa berhenti. Karena yang susah itu aksesnya," ujar Cia. Ia mengaku berulang kali berusaha melawan diri sendiri agar berhenti sebelum seluruh barang dan uangnya ludes.
Upaya Komdigi memberantas judi online dengan pemblokiran situs juga menuai respons positif dari warga. Sejumlah warga menilai iklan dan konten judi online di media sosial kini lebih jarang ditemukan, meski masih ada celah yang perlu dibenahi.
"Sejauh ini sudah cukup baik, ada perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Sekarang lebih tersaring. Saya kasih nilai delapan," kata salah seorang warga.
Komdigi berkoordinasi dengan platform digital termasuk Meta untuk memastikan konten judi online diturunkan. Pihak platform dinilai harus ikut aktif melakukan pemutusan akses, sebab konten promosi judi online beredar di Instagram, TikTok, hingga Facebook.
Selain itu, Komdigi memperkuat kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan, dan aparat penegak hukum. Tujuannya untuk menelusuri rekening serta memutus aliran dana yang berkaitan dengan judi online.
Judi online bukan sekadar soal kalah dan menang. Ketika kecanduan menguasai, keuangan bisa ludes, kesehatan mental terganggu, dan kehidupan keluarga pun dipertaruhkan. Upaya pemberantasan melalui pemblokiran akses dan penanganan konten digital perlu terus dilakukan demi melindungi masyarakat dari jerat judi online yang mengancam masa depan.
Sumber: Kompas TV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Amarah Warga Eropa Pecah: Demo Biaya Hidup Meluas dari Prancis ke Italia, Belgia, hingga Portugal

Peringatan Keras untuk Perusahaan Pembakar Hutan: Pemerintah Tak Akan Segan Bertindak

Gol Beruntung Noni Madueke Bawa Arsenal Menang Tipis di Markas Nottingham Forest

Arteta Tantang Havertz Cetak 30 Gol: Saya Sangat Percaya Dia Bisa

Gaya Purbaya Yudhi Sadewa Kelola Gaji: Nabung 30 Persen, Anti-Flexing, dan Urutan Investasi yang Benar

Hercules Akui Terima Rp800 Juta dari Pengacara Summarecon, Sebut sebagai Uang Pertemanan
Berita Terkini
Lihat Semua
Misi Bersejarah Jepang: Menguak Misteri Dua Bulan Mars yang Tak Seharusnya Ada

Antisipasi Banjir, Dinas SDABMBK Deliserdang Minta Kades Petakan Wilayah Rawan

Diikuti Penenun Se-Sumut, Jabu Bonang Awards 2026 Jadi Apresiasi Perdana bagi Pelestari Wastra

Usai Eksepsinya Ditolak, Roy Suryo Singgung Kesaksian Freddy Damanik dan Andi Azwan soal Ijazah Jokowi

