Muhammadiyah Murka Trump Jadikan Nama 'Mohammad' Bahan Candaan: Sangat Menyakitkan
Oleh Redaksi Intarta
Senin, 19 Okt 2026 17:44 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menilai pernyataan Trump bukan sekadar guyonan biasa, melainkan penghinaan yang nyata terhadap umat Islam.
"Jadi bagi Donald Trump, Islam dan Mohammad sama-sama menjadi bahan ejekan. Hal ini tentu jelas tidak bisa diterima oleh umat Islam karena hal demikian jelas-jelas merupakan sesuatu yang menyakitkan," ujar Anwar kepada wartawan, Senin (19/10/2026).
Menurut Anwar, lelucon semacam itu jelas merendahkan martabat Islam. Ia menduga candaan tersebut sengaja dilontarkan Trump untuk menggalang simpati politik.
"Tujuannya tentu adalah untuk mendapatkan simpati dari rakyat dan mitranya yang kebanyakan beragama Kristen, Katolik, dan Yahudi. Kita tahu Donald Trump sering sekali menjadikan Islam sebagai musuh bersama," sambung Anwar.
Anwar juga menilai sikap negatif Trump terhadap Islam sudah mengakar kuat. "Jadi bagi Donald Trump, kebenciannya terhadap Islam, Nabi Muhammad, dan umatnya sudah merupakan sesuatu yang mendarah daging dalam dirinya sehingga sudah sangat sulit untuk dihilangkan," imbuhnya.
Lelucon Trump dalam Pidato Kampanye
Candaan kontroversial itu dilontarkan Trump saat berpidato di depan para pendukungnya dalam kampanye pemilu sela Amerika Serikat di Dalton, Georgia, Jumat (16/10/2026). Saat menyindir kondisi politik Iran, Trump tiba-tiba membahas cara menebak nama warga Timur Tengah.
"Kalian tahu, jika ragu tentang nama seseorang dari Timur Tengah, panggil saja 'Mohammad'. Peluangnya benar sekitar 65 persen. 'Halo, Mohammad.' Saya sudah melakukannya bertahun-tahun. Tidak pernah salah," kata Trump, seperti dikutip Reuters.
Dalam pidato yang sama, Trump juga mengklaim Iran adalah satu-satunya negara yang tidak ada warganya yang ingin menjadi presiden.
Kritik Juga Datang dari DPR
Kecaman tidak hanya datang dari Muhammadiyah. Sejumlah anggota Komisi I DPR menilai retorika Trump jauh dari etika seorang negarawan dan mendesak Kementerian Luar Negeri mengambil sikap diplomasi yang tegas namun terukur.
Menurut para legislator, nama Muhammad sangat mulia bagi umat Islam sehingga tidak pantas dijadikan bahan komedi oleh pejabat publik mana pun.
Sumber: Detik
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Trump Gunakan Nama Mohammad untuk Jadi Bahan Candaan

Houthi Bantu Iran Jadikan Saudi "Sandera" Perang dengan AS

Trump Tuduh Zelensky Tak Mau Perang Berakhir, Bela Alasan Longgarkan Sanksi Rusia

Trump Tangguhkan Sanksi terhadap Rusia, Hubungan dengan Ukraina Memanas

Baru Sepekan Jadi Jubir, Katie Zacharia Dicopot Trump Gegara Blunder Kredensial

Komisi II DPR Klaim Pasal yang Loloskan Gibran Jadi Cawapres Tak Pernah Dibahas
Berita Terkini
Lihat Semua
Diikuti Penenun Se-Sumut, Jabu Bonang Awards 2026 Jadi Apresiasi Perdana bagi Pelestari Wastra

Usai Eksepsinya Ditolak, Roy Suryo Singgung Kesaksian Freddy Damanik dan Andi Azwan soal Ijazah Jokowi

Komdigi Gempur Judi Online, Mantan Pemain: Saya Bisa Berhenti

Debat Pasal 18 Ayat 3 PKPU: DPR Sebut Pasal Selundupan, Relawan Tegaskan Aturan Tetap Sah

