Zelenskyy Bertemu Utusan Trump di Oslo, Buka Jalan Perdamaian Ukraina
Oleh Redaksi Intarta
Rabu, 21 Okt 2026 13:31 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
OSLO – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengunjungi Norwegia pada Selasa (20/10/2026) untuk bertemu langsung dengan utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, di tengah memanasnya hubungan Kyiv–Washington. Pertemuan di Oslo itu juga dihadiri Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre dan Presiden Finlandia Alexander Stubb, sementara menantu Trump, Jared Kushner, bergabung secara daring.
Støre menggambarkan pertemuan yang mempertemukan pihak Eropa dan Amerika Serikat itu berjalan “baik dan konstruktif” dalam konferensi pers usai pertemuan.
“Tim AS dan Eropa telah melakukan pekerjaan substantif mengenai isu-isu kunci bersama Ukraina,” kata Støre.
Witkoff Terbang ke St. Petersburg
Menurut Stubb, Selasa adalah hari yang baik bagi perdamaian. Presiden Finlandia itu mengatakan Witkoff berencana terbang ke St. Petersburg pada Rabu untuk bertemu para pemimpin Rusia dan membahas gagasan yang dihasilkan dari pertemuan Oslo.
“Hari ini adalah hari yang baik untuk perdamaian,” kata Stubb.
Intelijen AS “Kembali Berjalan”
Pertemuan Oslo digelar setelah Zelenskyy menuduh Amerika Serikat menahan informasi intelijen menjelang serangan Rusia serta menunda pengiriman rudal pencegat yang dibutuhkan Ukraina. Namun pada Selasa, Zelenskyy mengatakan telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Ukraina kini kembali menerima peringatan dini dari para mitranya.
“Kami bersyukur intelijen kini berfungsi, dan saya berbicara tentang peringatan dini, yang sangat penting bagi rakyat kami, bagi anak-anak, orang dewasa, warga sipil, karena kami bisa mendengar ketika rudal balistik datang,” kata Zelenskyy.
Di sisi lain, Trump kembali menekan Zelenskyy agar “membuat kesepakatan” dengan Rusia dan menilai Moskow memegang kendali. Ia juga menyebut telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai pembebasan seorang guru Amerika yang ditahan di Rusia, serta adanya laporan rencana pertemuan trilateral Trump–Putin–Xi Jinping untuk membahas Ukraina. Zelenskyy menegaskan, jika Ukraina dibahas, hal itu hanya dapat diterima apabila warga Ukraina duduk di meja perundingan.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Partai Republik Geram: Sejumlah Tokoh Protes Sikap Trump yang Melunak ke Rusia

Trump Tuduh Zelensky Tak Mau Perang Berakhir, Bela Alasan Longgarkan Sanksi Rusia

Sengketa Tawanan Perang Korea Utara, Korsel Tarik Lebih Banyak Staf dari Ukraina

Penasihat Zelensky: Warga Ukraina Tewas karena AS Batasi Berbagi Intelijen

Trump Tangguhkan Sanksi terhadap Rusia, Hubungan dengan Ukraina Memanas

Muhammadiyah Murka Trump Jadikan Nama 'Mohammad' Bahan Candaan: Sangat Menyakitkan
Berita Terkini
Lihat Semua
9 Gudang di Jatiuwung Ludes Dilalap Api, Diduga Korsleting di Gudang Es Krim

Elon Musk Sebut Penggabungan SpaceX dan Tesla 'Ide yang Bagus'

Belajar Membatik di Bintan, Anak Muda Jadi Penjaga Warisan Budaya

AfD Jerman Siapkan Dokumen Rombak Besar Uni Eropa, Weidel Tampil di Parlemen Eropa

