Elon Musk Sebut Penggabungan SpaceX dan Tesla 'Ide yang Bagus'
Oleh Redaksi Intarta
Rabu, 21 Okt 2026 19:31 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
"Saya pikir ini ide yang bagus, tetapi keputusan sebenarnya ada pada komite khusus kedua perusahaan," kata Musk.
"Karena saya pihak yang berkonflik, saya sebenarnya tidak bisa ikut dalam diskusi komite khusus."
Komite tersebut disebut terdiri dari direktur independen dan dibentuk atas permintaan para pemegang saham. Menurut Musk, sedikitnya 50 persen pemegang saham Tesla harus menyetujui agar penggabungan bisa berjalan.
Penggabungan Masih Jauh dari Pasti
Musk memberi penegasan bahwa penggabungan kedua perusahaan masih jauh dari kata pasti. "Terlalu dini untuk berasumsi bahwa penggabungan akan terjadi," kata Musk.
Meski demikian, ia melihat banyak manfaat dari penyatuan kedua perusahaan. "Saya pikir ada banyak nilai dalam menggabungkan kedua perusahaan karena kita berada dalam singularitas superinteligensi," ujar Musk.
Ia menyebut sejumlah bidang yang bisa dikembangkan bersama, mulai dari perangkat lunak superinteligensi, desain chip, Terafab, robotika, hingga pengangkutan massal ke orbit melalui konstelasi satelit dan konektivitas.
Pasar merespons positif pernyataan Musk. Saham SpaceX naik 8 persen, sementara saham Tesla menguat 1,8 persen. Kenaikan itu terjadi setelah SpaceX mencatatkan laba pertamanya sebagai perusahaan publik.
Musk juga memperkirakan pendapatan tahunan berulang SpaceX bisa mencapai antara 500 miliar hingga 1 triliun dolar AS pada akhir 2027, seiring melonjaknya permintaan pusat data luar angkasa dan ledakan kecerdasan buatan.
Tanggapan Investor dan Analis
Spekulasi penggabungan Tesla dan SpaceX sebenarnya bukan hal baru. Isu ini menguat belakangan setelah Barclays memperkirakan kesepakatan bisa diumumkan sebelum rapat tahunan Tesla pada Desember mendatang.
"Awalnya saya bilang peluangnya 90 persen bahwa sesuatu akan terjadi dalam dua tahun ke depan. Sekarang menurut saya peluangnya 95 persen," kata Gene Munster, Mitra Pengelola di Deepwater Asset Management yang berinvestasi di Tesla. Ia memperkirakan kesepakatan bahkan bisa terjadi dalam setahun ke depan.
Sementara itu, Justus Parmar, Direktur Utama Fortuna Investments, menilai ada manfaat lain dari penggabungan. "Tesla menjalankan bisnis otomotif bermargin tinggi dan menghasilkan arus kas. Arus kas itu bisa membantu mendukung keuangan SpaceX dan mendanai tujuan eksplorasi luar angkasanya yang sangat padat modal, termasuk pusat data orbital," ujarnya.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Michael Carrick Percaya Manchester United Sedang Menjalani Awal Baru

Tuntut Karhutla Jadi Bencana Nasional, Mahasiswa Makassar Turun ke Jalan

Misi Bersejarah Jepang: Menguak Misteri Dua Bulan Mars yang Tak Seharusnya Ada

Misteri Amelia Earhart Belum Terpecahkan, Ekspedisi ke Nikumaroro Pulang dengan Tangan Hampa

Jelang Rilis Kinerja, Belanja AI Meta dan Adopsi Asisten Muse Jadi Sorotan

Terungkap! Baterai iPhone Duo Berkapasitas 4.883 mAh, Tahan 51 Jam Sekali Cas
Berita Terkini
Lihat Semua
9 Gudang di Jatiuwung Ludes Dilalap Api, Diduga Korsleting di Gudang Es Krim

Belajar Membatik di Bintan, Anak Muda Jadi Penjaga Warisan Budaya

AfD Jerman Siapkan Dokumen Rombak Besar Uni Eropa, Weidel Tampil di Parlemen Eropa

Wamenkop Akui Sejumlah Gedung Koperasi Merah Putih Tak Strategis, Segera Dievaluasi

