Terkini
PolitikBerita

NATO Tambah Armada Pengintai di Laut Hitam usai Serangan Rusia Makin Brutal

W

Oleh Redaksi Intarta

Rabu, 21 Okt 2026 13:52 WIB

NATO Tambah Armada Pengintai di Laut Hitam usai Serangan Rusia Makin Brutal
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

NATO mengumumkan pengerahan tambahan aset militer ke Laut Hitam menyusul eskalasi serangan mematikan Rusia terhadap kapal dagang. Lima kapal lagi diserang pada Selasa (20/10), menambah deretan insiden yang membuat jalur perairan itu disebut sebagai yang paling berbahaya di dunia bagi pelaut sipil.

Militer Rusia mengklaim telah menghantam tiga kapal kargo di pelabuhan Reni, Ukraina, serta dua kapal lain yang sedang berlayar menuju Odesa. Serangan terhadap kapal pengangkut biji-bijian dan hasil pertanian — tulang punggung ekonomi Ukraina — kini telah membawa konflik itu ke perbatasan NATO.

Pasar asuransi kapal London kini menetapkan status risiko tinggi untuk seluruh Laut Hitam, kecuali perairan teritorial Rumania, Bulgaria, dan Turki. Jumlah korban jiwa pelaut sipil pun melonjak tajam.

NATO Kirim Pesawat Patroli dan Drone

Juru bicara NATO Allison Hart menyatakan para duta besar NATO telah bertemu dalam Dewan Atlantik Utara untuk membahas keamanan Laut Hitam. Selain memperkuat postur di sisi timur termasuk kemampuan anti-drone, aliansi pertahanan itu akan mengirim aset tambahan ke kawasan tersebut.

“NATO akan mengirim aset tambahan ke kawasan ini, termasuk dukungan untuk pengawasan, pengintaian, dan forensik,” kata Allison Hart.

Pengerahan itu mencakup pesawat patroli maritim, sistem radar, drone, dan personel intelijen. Kecemasan kian membesar atas meluasnya dampak perang Rusia-Ukraina serta potensi gesekan lebih lanjut dengan NATO.

Drone Rusia Ditembak Jatuh di Rumania

Kekhawatiran meningkat setelah dugaan serangan Rusia kian merangsek ke perairan teritorial dan zona ekonomi eksklusif Bulgaria dan Rumania. Rumania bahkan mengerahkan jet tempur akhir pekan lalu untuk menembak jatuh dua drone yang diduga milik Rusia di wilayah udaranya.

Menteri Pertahanan Rumania Radu Miruță menyebut drone tersebut kemungkinan drone generasi terbaru Rusia yang melaju hingga 450 km/jam.

“Drone yang ditembak tadi malam melaju 450 km/jam, yang membuat kami menduga itu drone Geran-4 buatan Rusia dengan mesin turboprop. Ini pertama kalinya kami menembak jatuh drone semacam ini,” ujar Miruță.

Rumania mencatat 35 pelanggaran drone tanpa izin sepanjang tahun ini, dibandingkan sembilan pada 2025. Enam drone berhasil ditembak jatuh tahun ini, berbanding nol pada tahun lalu.

Harga Asuransi Melambung

Pekan lalu, dua kapal tanker kimia diserang drone di dekat pantai Laut Hitam Rumania, yang terbaru dari serangkaian serangan terhadap kapal komersial di sisi timur NATO. Kedua kapal sedang berlabuh di dekat kanal Sulina yang menghubungkan Sungai Danube ke Laut Hitam dan menjadi jalur ekspor Ukraina.

Setidaknya lima kapal kargo lain diserang di lepas pantai Rumania dan Bulgaria dalam dua pekan terakhir, dengan 23 pelaut dilaporkan tewas atau hilang. Sebagian besar insiden terjadi di luar perairan teritorial NATO.

Di tengah situasi itu, Bulgaria telah meminta NATO mengerahkan pesawat tempur dan sistem anti-drone ke wilayahnya. Pada 18 Oktober, Prancis mengirim pesawat pengintai maritim ke Rumania.

Perusahaan asuransi maritim dan analis risiko Ambrey menyebut tak ada tanda berakhirnya ancaman terhadap kapal kargo Laut Hitam, termasuk pengangkut biji-bijian dan minyak, dan harga asuransi untuk melintasi perairan itu melonjak tajam.

Analis senior Ambrey Tomas Alexa mengatakan perusahaannya mencatat peningkatan tajam tempo serangan sejak Juli. Pasukan Rusia diperkirakan bertanggung jawab atas 80 persen di antaranya.

Menurut Alexa, jumlah korban jiwa yang belakangan meningkat diperparah oleh serangan “double tap” yang melibatkan drone udara dan drone permukaan, yang terakhir sering membawa muatan peledak hingga setengah ton. Kapal-kapal kecil yang terutama melintasi sistem kanal Danube tenggelam dengan cepat.

“Meski serangan terhadap kapal dagang di Laut Hitam bukan hal baru, kami melihat eskalasi baik dari jumlah serangan maupun jangkauan geografisnya,” kata Alexa.

Sumber: The Guardian

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua