China Kecam Serangan Houthi ke Bandara dan Fasilitas Energi Arab Saudi
Oleh Redaksi Intarta
Senin, 19 Okt 2026 17:38 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Pemerintah China menyampaikan kecaman terhadap serangan kelompok Houthi yang menyasar sejumlah bandara dan fasilitas energi di Arab Saudi. Beijing juga meminta pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut menahan diri agar ketegangan tidak semakin meluas di kawasan.
Dilansir dari AFP, Selasa (13/10), serangkaian serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10) dan Minggu (11/10) dilaporkan menewaskan sedikitnya 14 orang. Kelompok bersenjata yang berbasis di Yaman dan mendapat dukungan Iran itu telah mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kecaman dari Beijing
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan keprihatinan Beijing atas meningkatnya konflik yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
"China mengecam serangan-serangan yang menyebabkan banyak korban jiwa dan menyampaikan kekhawatiran mendalam atas eskalasi konflik ini."
Beijing turut menyerukan penyelesaian perselisihan melalui jalur diplomasi untuk mencegah memburuknya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
"Kami menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan regional, menyelesaikan perbedaan dan perselisihan melalui dialog dan negosiasi, dan mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan sesegera mungkin."
Koalisi Saudi: "Kejahatan Perang"
Di sisi lain, koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman dalam menghadapi Houthi mengecam keras serangan terhadap bandara di Riyadh. Koalisi tersebut menyebut insiden itu sebagai "serangan teroris pengecut yang dilakukan oleh milisi teroris Houthi".
Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menegaskan bahwa penyerangan terhadap fasilitas sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum perang. Dia menyatakan serangan yang menyasar fasilitas sipil tersebut "merupakan kejahatan perang sepenuhnya" dan menegaskan Saudi "akan memberikan respons tegas terhadap serangan teroris ini".
Selain bandara di Riyadh, laporan koalisi pimpinan Saudi menyebut Bandara Internasional King Fahd di Dammam turut menjadi sasaran serangan pada Minggu (11/10) malam. Serangan Houthi juga dilaporkan menyasar fasilitas minyak serta kapal tanker milik Arab Saudi di Laut Merah, menambah kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi dan jalur pelayaran strategis di kawasan.
Desakan China agar kedua pihak menahan diri muncul ketika serangan terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur penting berpotensi memperluas konflik. Beijing mendorong agar perselisihan diselesaikan melalui dialog dan negosiasi guna mencegah situasi keamanan regional semakin memburuk.
Sumber: Ntvnews
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Iran Bantah Terlibat Serangan Houthi ke Saudi, Siap Jadi Mediator

Houthi Bantu Iran Jadikan Saudi "Sandera" Perang dengan AS

Eks Karyawan OpenAI Pasang Alat Perekam, Jaksa: Didukung Pemerintah Saudi

Serangan Drone Hantam Pasar Ramai di Abyei, Sedikitnya 153 Orang Tewas

Dituduh Racuni Rekan Peneliti dengan Akrilamida, Mahasiswa di AS Ditangkap Saat Kabur

Amarah Warga Eropa Pecah: Demo Biaya Hidup Meluas dari Prancis ke Italia, Belgia, hingga Portugal
Berita Terkini
Lihat Semua
Diduga Api dari Ruang Mesin, KMP Batumandi Terbakar Jelang Bersandar di Merak

Serangan Drone Hantam Pasar Ramai di Abyei, Sedikitnya 153 Orang Tewas

Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagih Lima Tuntutan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Diduga Intimidasi Mahasiswa Usai Demo Karhutla, Ajudan Gubernur Kaltim Terancam Sanksi

