Dituduh Serang Drone di Sudan, Tentara Sudan Ditunjuk Jadi Dalang Tewasnya Ratusan Warga Sipil
Oleh Redaksi Intarta
Rabu, 21 Okt 2026 13:23 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Sumber-sumber yang dikutip Sudan War Observatory menyebutkan, gelombang serangan pada Minggu malam itu menewaskan 150 orang di dua lokasi di negara bagian Kordofan Barat. Sementara di Abyei, wilayah sengketa antara Sudan dan Sudan Selatan, serangan drone menghantam sebuah pasar pada Senin dan menewaskan 153 orang, menurut keterangan menteri informasi wilayah tersebut.
Rombongan Pelayat dan Pasar Jadi Sasaran
Sebuah truk yang membawa sekitar 200 pelayat dari kawasan utara Abyei dihantam drone saat tiba di kota Al-Dabab, Kordofan Barat. Kelompok pemantau itu melaporkan 145 orang tewas, ditambah lima orang lainnya yang tewas ketika sebuah tenda tempat para pelayat berkumpul ikut dihantam. Sebanyak 150 orang lainnya terluka.
Drone tentara juga dilaporkan mengebom pasar di kota Al-Mujlad pada malam yang sama, meski jumlah pasti korban tewas dan luka belum diketahui. Tentara Sudan belum menanggapi tuduhan tersebut, namun menyatakan tidak menyerang warga sipil sekalipun meyakini ada pejuang Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di antara mereka.
Serangan di Pasar Abyei Picu Ketegangan
Serangan di Abyei terjadi pada Senin sekitar pukul 11.30 waktu setempat, menghantam Pasar Amiet sekitar 10 kilometer dari pusat kota Abyei. Menteri Informasi Abyei Yohana Akol Ngor mengatakan jumlah korban tewas naik dari 73 menjadi 153 orang. "Situasinya mengerikan dan mengejutkan," ujarnya.
Sebuah sumber militer mengatakan kepada BBC bahwa tentara Sudan yang melancarkan serangan ke Abyei, dengan alasan pasar tersebut merupakan titik pasokan bahan bakar bagi RSF. Citra satelit yang diverifikasi BBC Verify menunjukkan bangunan-bangunan hangus terbakar di sudut timur laut Pasar Amiet, yang juga dikenal dengan nama Pasar Al-Na'am dalam bahasa Arab.
Protes Resmi dan Krisis Kemanusiaan
Serangan tersebut memicu ketegangan antara Sudan dan Sudan Selatan yang bersama-sama mengelola Abyei. Sudan Selatan telah memanggil duta besar Sudan untuk menyampaikan protes resmi, di tengah kekhawatiran konflik bisa melintasi perbatasan.
Juru bicara PBB Stéphane Dujarric menyatakan keprihatinan atas serangan drone mematikan yang terus berlanjut dan menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak. Di saat yang sama, 20 juta orang di Sudan menghadapi kelaparan akut, sementara perang telah menewaskan ratusan ribu jiwa dan memaksa lebih dari 14 juta orang meninggalkan rumah mereka.
Sumber: BBC News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Serangan Drone Hantam Pasar Ramai di Abyei, Sedikitnya 153 Orang Tewas

Rusia Serang Kramatorsk Tiga Kali dalam Sehari, Empat Orang Tewas

NATO Tambah Armada Pengintai di Laut Hitam usai Serangan Rusia Makin Brutal

Penasihat Zelensky: Warga Ukraina Tewas karena AS Batasi Berbagi Intelijen

Inggris Kirim Jet Tempur Typhoon Lindungi Arab Saudi dari Serangan Houthi

Kenapa Gen Z Israel Berbondong-bondong Dukung Kubu Kanan Jauh
Berita Terkini
Lihat Semua
Belajar Membatik di Bintan, Anak Muda Jadi Penjaga Warisan Budaya

AfD Jerman Siapkan Dokumen Rombak Besar Uni Eropa, Weidel Tampil di Parlemen Eropa

Wamenkop Akui Sejumlah Gedung Koperasi Merah Putih Tak Strategis, Segera Dievaluasi

Inggris Kirim Jet Tempur Typhoon Lindungi Arab Saudi dari Serangan Houthi

