Terkini
NasionalBerita

Seorang Polisi Ditahan, Diduga Tembak Rekan Seprofesi hingga Tewas

W

Oleh Redaksi Intarta

Senin, 19 Okt 2026 13:32 WIB

Seorang Polisi Ditahan, Diduga Tembak Rekan Seprofesi hingga Tewas
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

TANGERANG SELATAN — Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menahan seorang anggota polisi berinisial AR yang diduga membunuh rekan seprofesinya berinisial LVFL. Peristiwa penembakan maut itu terjadi di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10) sekitar pukul 05.30 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Budhi Hermanto mengatakan tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. "Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Budhi dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10).

Polda Metro Jaya menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya anggota Ditpoludara tersebut. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu anggota Polri. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," imbuh Budhi.

Identitas Korban dan Terduga Pelaku

Berdasarkan keterangan pengacara keluarga korban, korban bernama Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai, anggota Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri. Adapun terduga pelaku disebut bernama Bharada Andika Rahmadani, yang merupakan junior korban.

Kuasa hukum keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, meminta kepolisian membuka perkara ini seterang-terangnya. "Kami berharap kasus ini dibuka seterang-terangnya, siapa pelakunya dan apa motivasinya. Ini kasus pembunuhan berencana, dan kemungkinan tidak dilakukan satu orang," kata Petrus, Minggu (18/10).

Dugaaan Pembunuhan Berencana

Menurut Petrus, dugaan pembunuhan terhadap korban oleh juniornya tersebut diduga telah direncanakan. Dari informasi yang ia terima, polisi sudah menyita senjata tajam berupa sangkur dan senjata api terkait peristiwa itu.

Petrus meragukan aksi tersebut dilakukan seorang diri. "Tidak mungkin satu orang bisa menggunakan tiga senjata pada saat yang bersamaan," ungkapnya. Ia meminta penyidik mengungkap secara terang siapa saja yang terlibat dan motif di balik dugaan kasus pembunuhan berencana itu.

Sumber: Waspada.id

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua