Viral Dugaan Anak Dipukul di Malaysia, Menteri PPPA: Kekerasan Tak Pernah Bisa Dibenarkan
Oleh Redaksi Intarta
Minggu, 25 Okt 2026 15:41 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Dalam rekaman yang beredar itu, pasangan suami istri yang diduga berasal dari Indonesia terekam diduga melakukan kekerasan terhadap anak mereka. Peristiwa tersebut memicu keprihatinan luas di media sosial dan menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak atas pengasuhan yang aman dan penuh kasih sayang.
Kelelahan Bukan Alasan untuk Kekerasan
"Mengasuh anak memang memiliki tantangan tersendiri. Orang tua bisa mengalami kelelahan, tekanan, atau menghadapi situasi yang memicu emosi. Namun, apa pun kondisinya, kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk pendisiplinan anak," kata Arifah dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).
Ia meminta orang tua belajar mengenali emosinya sendiri dan menenangkan diri ketika mulai kehilangan kendali. Orang tua, kata dia, selalu bisa memilih respons yang tidak melukai anak, meski sedang berada dalam situasi sulit.
Disiplin Tanpa Memukul dan Membentak
"Orang tua perlu membangun komunikasi dan komitmen bersama dalam mengasuh anak. Ketika salah satu orang tua merasa emosinya mulai sulit dikendalikan, jangan memaksakan diri untuk terus menghadapi situasi tersebut," ujarnya.
Ia menyarankan agar pasangan mengambil alih pengasuhan untuk sementara ketika salah satu orang tua mulai kesulitan mengendalikan emosi. Langkah sederhana itu dinilai bisa mencegah respons spontan yang berisiko menyakiti anak.
Selain itu, Arifah Fauzi mendorong orang tua untuk mencari bantuan profesional apabila kesulitan mengendalikan emosi berkaitan dengan perilaku anak atau tantangan dalam tahap tumbuh kembangnya. Konsultasi dengan tenaga profesional dapat membantu orang tua memahami kebutuhan anak, mengenali pemicu konflik, dan menemukan strategi pengasuhan yang tepat. Dukungan keluarga dan orang tepercaya juga bisa dimanfaatkan ketika orang tua menghadapi tekanan dalam mengasuh anak.
Sumber: Tribunnews
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Marak Bullying hingga Tewaskan Anak, Puan Minta Perlindungan Anak Dievaluasi

Balita 3 Tahun di Karawang Dianiaya Dua Temannya, Keluarga Tolak Damai

Dokter di Bandung Dibekuk karena Diduga Cabuli Anak Kandungnya yang Berusia 3,5 Tahun

Bocah Penyandang Disabilitas di Surabaya Tewas, Diduga Dirundung Teman Sebaya

Mensos Saifullah Yusuf Paparkan Peta Perlinsos: PKH dan BPNT Rp71 Triliun per Tahun

Waspada 'Teman Maya 24 Jam': Anak Rentan Terjebak Ikatan Emosional dengan AI
Berita Terkini
Lihat Semua
Keuskupan Agung New York Sepakat Bayar 800 Juta Dolar AS kepada Para Korban

Tembakan dari Mobil di Luar Arena Tinju Dekat Brisbane, Empat Orang Terluka

Udara Singapura Mulai Membaik, Tiga Wilayah Keluar dari Zona Tidak Sehat

Arab Saudi Tembak Jatuh Rudal Houthi ke Riyadh, Trump Isyaratkan Serangan ke Iran

