Terkini
PolitikBerita

AfD Jerman Siapkan Dokumen Rombak Besar Uni Eropa, Weidel Tampil di Parlemen Eropa

W

Oleh Redaksi Intarta

Rabu, 21 Okt 2026 15:34 WIB

AfD Jerman Siapkan Dokumen Rombak Besar Uni Eropa, Weidel Tampil di Parlemen Eropa
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Alice Weidel, ketua bersama partai sayap kanan Jerman Alternative für Deutschland (AfD), dijadwalkan memaparkan dokumen kebijakan baru partainya tentang Uni Eropa di hadapan Parlemen Eropa pada Rabu ini. Dokumen yang diberi tajuk “A New Deal for Europe” itu berisi rencana pemangkasan besar-besaran kewenangan Brussels.

Berdasarkan laporan Politico, dokumen kebijakan tersebut tidak serta-merta mengusulkan Jerman keluar dari blok maupun dari zona euro. AfD justru menginginkan kewenangan dan anggaran Uni Eropa dipangkas secara drastis.

Pemilihan Langsung Dihapus, Mahkamah Diganti Tribunal

Isi dokumen itu tergolong radikal. Alih-alih memilih anggota Parlemen Eropa lewat pemilihan langsung, AfD ingin para anggota parlemen ditunjuk oleh parlemen-parlemen nasional negara anggota.

Komisi Eropa juga akan dipreteli: lembaga yang selama ini menjadi motor kebijakan eksekutif Uni Eropa itu hanya boleh menjalankan tugas administratif. Sementara itu, Mahkamah Eropa diusulkan diganti dengan sebuah tribunal arbitrase.

AfD juga mengancam akan memangkas kontribusi keuangan Jerman ke anggaran Uni Eropa. Pemerintah Jerman di bawah AfD akan meminta pengecualian dari aturan-aturan Uni Eropa di bidang migrasi dan kebijakan sosial, serta kemungkinan opt-out di sektor pertanian dan keuangan.

Ancaman Referendum dan Target 2029

Jika Uni Eropa menolak tuntutan reformasi tersebut, AfD akan menempuh langkah paling jauh: menggelar referendum soal keanggotaan Jerman di Uni Eropa. Namun langkah itu dinilai tidak realistis karena memerlukan amandemen Undang-Undang Dasar Jerman yang harus disetujui dua pertiga suara di Bundestag maupun Bundesrat.

AfD menargetkan dapat mewujudkan kebijakan tersebut pada 2029, bertepatan dengan jadwal pemilihan federal Jerman dan pemilihan Eropa berikutnya. Sejumlah survei terkini menempatkan AfD di posisi pertama, tetapi partai itu tetap membutuhkan mitra koalisi untuk membentuk pemerintahan — sesuatu yang sulit karena partai-partai lain, termasuk Uni Demokrat Kristen (CDU), menolak bekerja sama dengan AfD dalam kebijakan “firewall”.

Sumber: DW News

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua