Terkini
PolitikBerita

Empat Negara Eropa Dilanda Kerusuhan, Demo Biaya Hidup di Prancis Paling Parah

W

Oleh Redaksi Intarta

Senin, 19 Okt 2026 17:37 WIB

Empat Negara Eropa Dilanda Kerusuhan, Demo Biaya Hidup di Prancis Paling Parah
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Gelombang demonstrasi besar-besaran memprotes lonjakan biaya hidup dan krisis ekonomi berujung kerusuhan parah di empat negara Eropa, yakni Prancis, Italia, Belgia, dan Portugal.

Aksi massa yang awalnya berlangsung damai berubah brutal dengan diwarnai penjarahan toko, pembakaran fasilitas umum, hingga bentrokan sengit melawan aparat keamanan.

Prancis: 1.200 Orang Ditahan, Balai Kota Bersejarah Terbakar

Di Prancis, amuk massa dipicu akumulasi kekecewaan pelajar, serikat pekerja, dan gerakan Rompi Kuning (Gilets Jaunes) terhadap inflasi, kenaikan harga pangan, serta kebijakan ekonomi Presiden Emmanuel Macron.

Lebih dari 500.000 hingga 800.000 orang turun ke jalan di berbagai kota besar pada Sabtu (17/10). Kerusuhan hebat melanda Paris, Marseille, Lille, hingga Limoges.

Bangunan bersejarah berusia 140 tahun, Hôtel de Ville de Limoges, terbakar sebagian hingga menara loncengnya runtuh. Selain itu, butik mewah seperti Hermes, supermarket, serta balai kota turut dijarah massa.

Aparat keamanan menahan sedikitnya 1.200 orang di seluruh Prancis setelah menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

"Mereka yang melanggar, menyerang prefektur, menjarah bisnis, bahkan merusak balai kota kami, akan dituntut dan dihukum tegas," tegas Presiden Emmanuel Macron, Minggu (18/10).

Italia, Belgia, dan Portugal

Eskalasi serupa terjadi di Italia. Aksi unjuk rasa di Milan dan Bologna berujung bentrok fisik setelah massa melempar batu, merusak toko, dan membakar properti. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyayangkan aksi anarkis tersebut.

"Berdemonstrasi adalah hak, tetapi membakar kota-kota kita bukanlah hak," tulis Meloni via akun X miliknya.

Sementara itu di Brussels dan Liège, Belgia, polisi menyemprotkan meriam air dan gas air mata untuk memecah massa mahasiswa serta buruh yang memprotes kenaikan biaya pendidikan dan hidup.

Di Lisbon, Portugal, puluhan ribu warga memadati jalanan menyuarakan krisis perumahan, kenaikan harga sewa rumah, serta upah minimum yang tak sebanding dengan inflasi.

Hingga saat ini, pemerintah di negara-negara Eropa tersebut masih menyiagakan personel keamanan penuh guna mengantisipasi gejolak aksi susulan.

Sumber: LokaKata

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua