Terkini
EkonomiBerita

Menjelang Pemilu Sela, Trump Ringankan Sebagian Tarif Dagang untuk Kanada

W

Oleh Redaksi Intarta

Sabtu, 24 Okt 2026 13:36 WIB

Menjelang Pemilu Sela, Trump Ringankan Sebagian Tarif Dagang untuk Kanada
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencabut sebagian tarif yang dikenakan terhadap Kanada, di tengah perseteruan ekonomi dengan negara tetangga utara yang memuncak pada musim panas lalu. Gedung Putih mengumumkan pada Jumat bahwa pelonggaran tarif mencakup produk seperti lembaran kayu lapis, sejumlah produk kertas, mesin tertentu, dan peralatan pendingin. Perubahan tersebut mulai berlaku pada 30 Oktober.

Meski demikian, langkah terbaru ini juga memberlakukan tarif baru atas barang-barang seperti karpet, katup tertentu, dan produk limbah, menurut Gedung Putih.

Alasan Pelonggaran

Gedung Putih menyebut presiden berupaya mengimbangi "beban terhadap perdagangan AS sembari melayani kepentingan publik dengan lebih baik".

Keputusan ini diambil kurang dari dua pekan menjelang pemilu sela November, di mana kandidat dari Partai Republik Susan Collins tengah bersaing ketat dengan penantang dari Partai Demokrat Troy Jackson dalam pemilihan Senat di Maine.

Suara dari Maine

Collins mengatakan pada Jumat bahwa ia telah membahas persoalan tarif dengan negosiator perdagangan utama Trump, Jamieson Greer, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick. Menurut senator tersebut, langkah itu diambil karena kekhawatiran atas "dampak tarif terhadap keluarga, bisnis, petani, dan produsen di Maine".

"Banyak petani dan produsen kami bergantung pada peralatan khusus, bahan kemasan, dan produk lain dari Kanada yang tidak tersedia dari pemasok Amerika atau tidak bisa diganti tanpa biaya yang sangat besar," kata Collins.

Ia menambahkan telah meminta keringanan tarif dan berjanji akan mendorong "kesepakatan dagang yang lebih luas dengan Kanada, tetangga, sekutu, dan mitra dagang terbesar kami".

Latar Sengketa Dagang

Washington dan Ottawa telah terlibat dalam sengketa perdagangan sejak Trump kembali menjabat di Gedung Putih tahun lalu. Ketegangan meningkat ketika perundingan gagal pada Agustus, dengan Trump mengumumkan tarif 50 persen atas sebagian barang Kanada dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan tarif balasan.

Pada Jumat, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa "Kanada bekerja sangat keras untuk mencapai kesepakatan dengan kami".

Sumber: DW News

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Ikuti Intarta di

Facebook

Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.

i

intarta

Berita & Media

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua