Serangan Drone Hantam Pasar Ramai di Abyei, Sedikitnya 153 Orang Tewas
Oleh Redaksi Intarta
Rabu, 21 Okt 2026 03:32 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Pejabat Sudan Selatan menuduh militer Sudan bertanggung jawab atas serangan itu, meski tidak menyertakan bukti. Militer Sudan belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.
Depo Bahan Bakar Meledak, Api Belum Padam
Menurut saksi mata, salah satu titik serangan menghantam depo bahan bakar di dalam area pasar. Ledakan memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan dan masih menyala hingga Selasa. Kementerian Luar Negeri Sudan Selatan menyebut drone menyerang beberapa lokasi sekaligus di sekitar pasar yang ramai itu.
Pemerintah Sudan Selatan memanggil duta besar Sudan untuk menyampaikan protes keras. Mereka mendesak Sudan menahan diri dari segala tindakan yang membahayakan nyawa dan harta benda warga sipil.
“Kami menerima lebih dari 20 pasien, termasuk beberapa kasus kritis. Pasien dengan luka bakar juga dirawat,” kata Christian Lindauer, manajer kegiatan medis Doctors Without Borders (MSF) di Rumah Sakit Ameth Bek, tempat para korban luka ditangani.
Wilayah Sengketa yang Belum Tuntas
Sumber Ketegangan Lama
Wilayah ini dihuni mayoritas komunitas Ngok Dinka yang memilih bergabung dengan Sudan Selatan, sementara kelompok nomaden Misseriya berpihak pada Sudan. Pasar Amiet sendiri merupakan pusat perdagangan penting bagi kedua komunitas. Pasukan keamanan sementara PBB (UNISFA) telah berjaga di Abyei selama 15 tahun.
Bayang-bayang Perang Sudan
Serangan ini terjadi di tengah perang saudara Sudan antara Angkatan Bersenjata Sudan dan milisi Rapid Support Forces (RSF) yang pecah pada April 2023. Abyei berbatasan dengan negara bagian Kordofan Selatan, pusat pertempuran utama perang tersebut.
Militer Sudan menuduh RSF beroperasi dari Abyei, tuduhan yang juga disampaikan UNISFA pada Mei lalu namun dibantah pejabat Abyei dan Sudan Selatan. Kedua kubu dalam perang Sudan diketahui sama-sama intensif menggunakan drone.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Penasihat Zelensky: Warga Ukraina Tewas karena AS Batasi Berbagi Intelijen

China Kecam Serangan Houthi ke Bandara dan Fasilitas Energi Arab Saudi

Tragedi Desak-desakan di Festival Durga Puja India, 17 Orang Tewas

Tragedi di Markas Korpolairud: Polisi Tewas Ditembak Rekannya Sendiri

Prancis Terbakar Amarah: Demo Biaya Hidup Bakar Balai Kota Berusia 140 Tahun, 1.200 Ditangkap

Oknum Polisi Diduga Habisi Rekannya di Mako Pondok Cabe, Keluarga Duga Pelaku Lebih dari Satu
Berita Terkini
Lihat Semua
Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagih Lima Tuntutan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Diduga Intimidasi Mahasiswa Usai Demo Karhutla, Ajudan Gubernur Kaltim Terancam Sanksi

Kabut Asap Kembali Mengepung Palembang, Kualitas Udara Sentuh Level Berbahaya

Siemens Ingatkan: Jangan Hapus Pekerjaan Pemula, AI Tetap Butuh Pengawasan Manusia

