Prancis Terbakar Amarah: Demo Biaya Hidup Bakar Balai Kota Berusia 140 Tahun, 1.200 Ditangkap
Oleh Redaksi Intarta
Senin, 19 Okt 2026 19:10 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sekitar 550.000 orang mengikuti aksi tersebut. Namun, serikat pekerja CGT memperkirakan jumlah peserta mencapai 800.000 orang. Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menyebut sekitar 1.200 orang telah ditangkap dan lebih dari 150 anggota polisi terluka dalam bentrokan.
“Sungguh suatu keajaiban bahwa jumlah korban jiwa tidak lebih tinggi,” ujar Lecornu saat meninjau petugas keamanan yang dikerahkan di pusat kota Paris.
Balai Kota Limoges Berusia 140 Tahun Rata dengan Api
Kerusakan paling parah terjadi di kota Limoges. Gedung balai kota yang telah berdiri lebih dari 140 tahun itu hangus dilalap api. Massa bertopeng dilaporkan membakar mobil polisi di depan gedung, memecahkan jendela, lalu masuk ke dalam sebelum menyulut api hingga menara jam bersejarah bangunan itu ambruk.
Baca Juga:
Amarah Warga Eropa Pecah: Demo Biaya Hidup Meluas dari Prancis ke Italia, Belgia, hingga PortugalDi kota Lyon, kantor pariwisata kota juga ikut dibakar saat sekitar 20.000 orang mengikuti demonstrasi. Sementara di Marseille, demonstran berpakaian hitam menerobos masuk ke balai kota dan merusak bangunan dengan coretan grafiti.
Butik Mewah di Paris hingga Toko Elektronik Jadi Sasaran Jarah
Penjarahan meluas ke berbagai jenis usaha di sembilan kota besar. Di Paris, kelompok pemuda bertopeng memutus sambungan kamera pengawas sebelum memecahkan kaca pertokoan dan mengambil barang dagangan. Korban meliputi supermarket, apotek, butik mewah, toko kacamata, gerai kosmetik, hingga toko elektronik.
Di Marseille, puluhan toko dibobol, termasuk butik merek mewah Hermès. Di Lille, perusuh secara spesifik menyasar gerai Apple Store di pusat kota. Aksi serupa dilaporkan terjadi di Nice, Nantes, Bordeaux, Toulouse, dan Strasbourg.
Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa yang melemparkan batu, petasan, dan bom molotov. Bentrokan sengit terjadi di alun-alun Place de la République, Paris. Wakil Wali Kota Paris Emmanuel Gregoire menggambarkan kerusakan di ibu kota begitu parah.
“Seluruh ruas jalan di Paris telah hancur lebur.” — Emmanuel Gregoire, Wakil Wali Kota Paris
Macron Ancam Tindakan Hukum Tegas
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam keras aksi kekerasan dan penjarahan yang menodai unjuk rasa tersebut. Ia menegaskan seluruh pelaku perusakan akan diproses melalui jalur hukum.
“Tidak ada tempat untuk kekerasan di republik kita. Mereka yang telah menghancurkan, menyerang prefektur serta bisnis, bahkan menjarah balai kota kami, akan dituntut dan dihukum.” — Emmanuel Macron, Presiden Prancis
Lecornu menuding kelompok sayap kiri radikal dan para pelaku kriminal sebagai biang kericuhan. Tudingan itu dibantah tokoh sayap kiri Jean-Luc Mélenchon, yang meminta para peserta aksi menghindari tindakan anarkis. Sebaliknya, kandidat sayap kanan Marine Le Pen mengecam para perusuh dan berjanji melindungi masyarakat dari kekerasan.
Akar Protes dan Rembetan ke Negara Lain
Gelombang protes ini dipicu penurunan daya beli masyarakat Prancis yang terus merosot sejak 2024. Beban ekonomi keluarga kian berat akibat lonjakan harga bahan bakar minyak, ditambah memburuknya kondisi sekolah yang memicu demonstrasi pelajar selama berminggu-minggu. Aksi pelajar menuntut lebih banyak guru dan fasilitas belajar yang layak.
Situasi kian memanas menjelang pemilihan presiden April dan Mei 2027 untuk mencari pengganti Macron. Sejumlah pejabat pemerintah dijadwalkan bertemu pada Minggu malam untuk membahas penanganan dampak kerusuhan.
Rembetan aksi menentang mahalnya biaya hidup juga terasa di negara tetangga. Di Brussel, Belgia, polisi memakai gas air mata untuk membubarkan demonstran. Di Milan, Italia, aksi damai berubah menjadi bentrokan setelah demonstran bertopeng melempari polisi dengan batu. Di Lisboa, Portugal, puluhan ribu orang turun ke jalan menuntut kenaikan upah dan hunian yang terjangkau.
Sumber: YouTube - Official iNews
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Demo Biaya Hidup di Perancis Ricuh, Toko-toko Paris Dijarah Massa

Amarah Warga Eropa Pecah: Demo Biaya Hidup Meluas dari Prancis ke Italia, Belgia, hingga Portugal

Empat Negara Eropa Dilanda Kerusuhan, Demo Biaya Hidup di Prancis Paling Parah

Gelombang Protes Biaya Hidup di Prancis Menyebar ke Sejumlah Negara Eropa

Wali Kota Prancis Dihajar Pemukim Israel Pakai Batang Besi di Tepi Barat

GRIB Jaya Geruduk Kantor ATR/BPN, Bawa Spanduk Desak Mafia Tanah Ditangkap
Berita Terkini
Lihat Semua
Diikuti Penenun Se-Sumut, Jabu Bonang Awards 2026 Jadi Apresiasi Perdana bagi Pelestari Wastra

Usai Eksepsinya Ditolak, Roy Suryo Singgung Kesaksian Freddy Damanik dan Andi Azwan soal Ijazah Jokowi

Komdigi Gempur Judi Online, Mantan Pemain: Saya Bisa Berhenti

Debat Pasal 18 Ayat 3 PKPU: DPR Sebut Pasal Selundupan, Relawan Tegaskan Aturan Tetap Sah

