PolitikBerita

Vivian Minta Bertemu Prabowo, Seskab Teddy: Diterima Sore Ini di Tengah Isu Kabut Asap

W

Oleh Redaksi Intarta

Rabu, 28 Okt 2026 16:56 WIB

Vivian Minta Bertemu Prabowo, Seskab Teddy: Diterima Sore Ini di Tengah Isu Kabut Asap
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan meminta waktu untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan permintaan itu disampaikan setelah Vivian tiba di Indonesia pada Selasa pagi, 27 Oktober 2026.

"Sejak kemarin pagi, Menteri Luar Negeri Singapura tiba-tiba datang ke Indonesia dan meminta waktu untuk bertemu Presiden; beliau akan diterima sebentar sore ini," kata Teddy pada Rabu, 28 Oktober 2026. Ia tidak merinci agenda pertemuan tersebut dan menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada Menteri Luar Negeri.

Pertemuan bilateral di Kementerian Luar Negeri

Sebelum rencana pertemuan dengan Presiden, Vivian terlebih dahulu bertemu Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, pada Selasa. Pertemuan bilateral itu membahas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta kerja sama penanganan kebakaran lintas batas.

Arrmanatha, yang akrab disapa Tata, menegaskan bahwa korban pertama kebakaran adalah warga Indonesia sendiri. "Korban pertama dari kebakaran ini adalah rakyat Indonesia," ujarnya. Ia menyebut para petani, anak-anak, dan keluarga di Sumatera dan Kalimantan harus menghirup asap lebih dulu dibandingkan pihak lain.

"El Nino adalah fenomena alam, tetapi kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh ulah manusia. Jadi, kita punya tanggung jawab untuk menyelamatkan kesehatan semua warga negara, baik di Indonesia maupun di Singapura." — Vivian Balakrishnan

71.000 personel dan 51 unit udara dikerahkan

Arrmanatha menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menjadikan penanganan kebakaran sebagai prioritas nasional. Pemerintah mengerahkan sekitar 71.000 personel darat dan sekitar 51 unit udara di provinsi-provinsi prioritas, dengan tambahan personel yang disiapkan untuk menyusul.

Upaya pemadaman itu meliputi water bombing, pemanfaatan dry ice, dan modifikasi cuaca. Namun, Arrmanatha mengingatkan bahwa kondisi alam ikut menentukan keberhasilan, terutama di tengah El Nino yang parah.

Ia menambahkan, tawaran bantuan dari negara tetangga akan dipertimbangkan oleh otoritas terkait sesuai kebutuhan di lapangan. Indonesia juga terus mendorong pembentukan kanal ASEAN, termasuk Perjanjian ASEAN tentang Polusi Asap Lintas Batas.

Singapura umumkan langkah pencegahan untuk 10 perusahaan

Singapura baru-baru ini mengumumkan langkah pencegahan terhadap 10 perusahaan yang diduga terkait dengan kebakaran hutan. Indonesia, di sisi lain, menjalankan penyelidikan nasional yang terkoordinasi dan ketat atas perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat.

Vivian mengapresiasi upaya Indonesia dan menyatakan Singapura berdiri dalam solidaritas dengan Indonesia. Ia mengutip pepatah Indonesia, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, sebagai gambaran bahwa persoalan kabut asap paling baik diselesaikan bersama.

Kedua negara juga sepakat memperkuat koordinasi, termasuk rencana pembentukan gugus tugas bersama untuk pencegahan kebakaran, pertukaran informasi, dan penegakan aturan terhadap perusahaan yang melanggar.

Di luar isu kabut asap, Arrmanatha menyinggung eratnya hubungan ekonomi kedua negara. Singapura tercatat sebagai investor asing terbesar di Indonesia sejak 2014, sebuah sinyal kepercayaan terhadap masa depan Indonesia.

Sumber: YouTube - KOMPASTV

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Ikuti Intarta di

Facebook

Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.

i

intarta

Berita & Media

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua