Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (15/10/2026). Saat itu, KPK juga mengamankan 19 orang lainnya di dua wilayah terpisah, yakni Klaten dan Jakarta.
KPK kemudian menetapkan Hamenang, Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, dan pihak swasta berinisial MAW dari PT MWC sebagai tersangka. Ketiganya ditahan selama 20 hari pertama, mulai 16 Oktober hingga 4 November 2026, di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein memaparkan konstruksi kasus dalam klaster suap kepada pihak BPK untuk pengondisian audit. Menurutnya, BPK Perwakilan Jawa Tengah awalnya memeriksa Laporan Keuangan Pemkab Klaten Tahun 2025 pada April 2026.
“Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan kelebihan pembayaran honorarium sebesar kurang lebih Rp 5 miliar yang terdiri atas honorarium narasumber sosialisasi peraturan yang tidak sesuai dengan jam pelaksanaan sebesar Rp 4,16 miliar serta kelebihan honor pelaksanaan kegiatan sebesar Rp 1,02 miliar,” kata Taufik, seperti dikutip Antara, Jumat (16/10/2026).
Setelah temuan itu muncul, Hamenang bersama Inspektur Daerah Klaten Agus Suprapto menemui dua pejabat BPK di Semarang: Kepala Bidang Pemeriksaan Jawa Tengah III Iwan Hery Setiawan dan Ahmad Luthfi. Iwan saat itu menjadi Wakil Penanggung Jawab pemeriksaan tersebut.
Keempatnya membahas rencana agar dua temuan kelebihan bayar tidak dimuat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Hamenang kemudian bertemu lagi dengan Ahmad Luthfi di Semarang untuk membahas penghapusan dua temuan dari LHP. Dalam pertemuan itulah Ahmad Luthfi diduga meminta uang Rp 600 juta sebagai biaya pengondisian LHP.
Taufik menjelaskan, Hamenang diduga menerima suap dalam empat klaster dugaan korupsi dan memberi suap dalam satu klaster lainnya. Adapun Ahmad Luthfi diduga menerima suap dalam satu klaster, sedangkan MAW diduga memberi suap dalam satu klaster perkara.
Sumber: Bupati Klaten Suap Kepala BPK Jateng soal Kelebihan Honor Rp 5 Miliar, Minta Temuan Dihapus — Terpopuler Kompas
Tambahkan WartaNusa Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.