Peringatan Keras untuk Perusahaan Pembakar Hutan: Pemerintah Tak Akan Segan Bertindak
Oleh Redaksi Intarta
Senin, 19 Okt 2026 21:43 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
“Kalau memang ada korporasi yang terlibat, pemerintah Indonesia tidak akan segan-segan menindak tegas,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima Senin.
Baca Juga:
Malaysia Tawarkan 3 Pesawat dan 52 Personel, Singapura Menyusul untuk Bantu Padamkan KarhutlaTito mengakui upaya penanggulangan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satu tantangan terbesar adalah pemadaman api di lahan gambut yang membutuhkan air dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat pemadaman menjadi jauh lebih sulit, terutama ketika sumber air terbatas dan musim kemarau melanda sejumlah daerah.
Modifikasi Cuaca Terkendala Benih Awan
Selain keterbatasan air, pemerintah juga menghadapi kendala dalam upaya modifikasi cuaca. Ketersediaan benih awan yang terbatas membuat upaya hujan buatan belum bisa optimal, sementara hujan alami pun belum turun di sejumlah titik.
“Kalau benih awannya tidak ada, sehingga tidak terjadi hujan alami maupun hujan buatan, itu hambatan,” kata Tito.
Surfaktan untuk Atasi Krisis Air
Untuk menyiasati keterbatasan air, pemerintah mengupayakan penggunaan surfaktan, bahan kimia yang mampu meredakan api di lahan gambut dengan penggunaan air yang lebih sedikit. Bahan tersebut dinilai mampu mendinginkan sekaligus mematikan bara api meski hujan tak kunjung turun.
“Dengan bahan itu, dengan jumlah air yang lebih sedikit, dia mampu mendinginkan, meredakan, dan mematikan kebakaran di lahan gambut,” tuturnya.
Tito berharap berbagai upaya yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat segera meredakan karhutla. Ia juga berharap ketersediaan benih awan di sejumlah titik meningkat sehingga modifikasi cuaca dapat kembali dioptimalkan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Menko Polkam Dudung Abdurachman, Menteri Luar Negeri Armanatha Christiawan Nasir, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, serta pihak terkait lainnya.
Sumber: Detik Terkini
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Malaysia Tawarkan 3 Pesawat dan 52 Personel, Singapura Menyusul untuk Bantu Padamkan Karhutla

Polda Kalteng Tetapkan 43 Tersangka Karhutla, Satu Korporasi Ikut Kena

Koalisi Buruh Batal Demo 20 Oktober, Pilih Kawal Aturan Turunan UU Ketenagakerjaan

Kabut Asap Karhutla RI Kembali, Sekolah di Johor Malaysia Ditutup Lima Hari

Gantikan Tito Karnavian, Maruli Simanjuntak Pimpin Badan Pengelola Perbatasan

Lahan Bekas Kebakaran Hutan di Dharmasraya Ketahuan Ditanami Sawit, Polisi: Ada Unsur Kesengajaan
Berita Terkini
Lihat Semua
Diikuti Penenun Se-Sumut, Jabu Bonang Awards 2026 Jadi Apresiasi Perdana bagi Pelestari Wastra

Usai Eksepsinya Ditolak, Roy Suryo Singgung Kesaksian Freddy Damanik dan Andi Azwan soal Ijazah Jokowi

Komdigi Gempur Judi Online, Mantan Pemain: Saya Bisa Berhenti

Debat Pasal 18 Ayat 3 PKPU: DPR Sebut Pasal Selundupan, Relawan Tegaskan Aturan Tetap Sah

