Terkini
PolitikBerita

Ratusan Ribu Warga Serbia Turun ke Jalan Jelang Pemilu Penentu Nasib Vucic

W

Oleh Redaksi Intarta

Jumat, 23 Okt 2026 18:04 WIB

Ratusan Ribu Warga Serbia Turun ke Jalan Jelang Pemilu Penentu Nasib Vucic
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Beograd — Lebih dari seratus ribu warga Serbia turun ke jalan pada Kamis (22/10) untuk mendukung gerakan mahasiswa yang menentang Aleksandar Vucic, dalam rapat akbar terakhir menjelang pemilu penting akhir pekan ini yang menjadi ujian terbesar bagi kekuasaan sang pemimpin dalam lebih dari satu dekade.

Massa membanjiri alun-alun pusat Beograd dari berbagai arah hingga memenuhi beberapa blok kawasan sekitarnya. Kelompok pemantau independen Archive of Public Gatherings memperkirakan sekitar 150.000 orang menghadiri aksi tersebut.

Ribuan peserta meneriakkan “kemenangan” menjelang pemungutan suara pada Minggu (25/10), yang digelar setelah dua tahun aksi protes yang dipimpin mahasiswa menentang Vucic. Gerakan ini bermula dari runtuhnya kanopi Stasiun Novi Sad yang baru direnovasi pada 2024 — tragedi yang menewaskan 16 orang — dan meluas dari tuntutan investigasi independen menjadi desakan pemilu dini.

Daftar Mahasiswa, Ancaman Terbesar bagi SNS

Ancaman terbesar bagi Vucic datang dari Daftar Mahasiswa (Student List), gerakan tanpa pemimpin yang mengusung kandidat-kandidat didukung mahasiswa sebagai penantang utama.

“Saya datang untuk mendukung Daftar Mahasiswa karena kaum muda akhirnya memberi saya harapan bahwa hidup di negara yang normal itu mungkin,” ujar Marija Nedeljkovic Radic (47) kepada kantor berita AFP saat tiba di lokasi aksi. “Sungguh, untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya percaya itu mungkin.”

Jugoslav Gasic, profesor universitas yang menjadi salah satu dari 250 kandidat Daftar Mahasiswa, berorasi di hadapan massa yang meneriakkan “Kemenangan, kemenangan!”:
“Kami mengakhiri 14 tahun penghinaan, kekacauan, dan pengkhianatan, serta puluhan tahun mengutamakan kepentingan pribadi dan partai di atas kepentingan kalian. Kalian layak mendapatkan yang lebih baik, dan kami tahu cara mewujudkannya. Mahasiswa akan menang!”

Respons Vucic dan Kekhawatiran Kerusuhan

Vucic telah mendominasi politik Serbia selama lebih dari satu dekade, baik sebagai perdana menteri maupun presiden. Di tengah tekanan protes yang meningkat, ia mengumumkan pemilu dini bulan lalu dan mengundurkan diri dari kursi presiden — langkah yang dinilai banyak pihak sebagai taktik agar bisa mencalonkan diri sebagai perdana menteri.

Ini menjadi tantangan elektoral terbesar bagi partainya, Partai Progresif Serbia (SNS), yang berkuasa sejak 2012. Sang pemimpin berulang kali menuduh gerakan mahasiswa sebagai kudeta yang didanai asing.

“Jangan pernah lupakan bagaimana mereka mencoba menjatuhkan negara kita. Mari selalu lindungi dan pertahankan negara ini. Mari keluar dan kalahkan mereka! Kalahkan mereka dengan telak!” ujar Vucic di hadapan pendukungnya dalam sebuah aula olahraga, Kamis.

Sejumlah pihak mewaspadai potensi kerusuhan pasca-pemilu. Sebanyak 24 organisasi masyarakat sipil memperingatkan bahwa syarat pemilu yang “bebas dan adil” belum terpenuhi. Para analis menilai hasil yang tipis bisa memicu ketidakstabilan bila kedua kubu sama-sama mengklaim kemenangan. Vucic — yang mengendalikan kepolisian Serbia — menyatakan akan menindak tegas setiap kerusuhan setelah pemungutan suara.

Meski beberapa partai kecil ikut bertarung, para pengamat menilai pemilu ini bernuansa referendum antara Vucic dan gerakan mahasiswa, yang bisa menyingkirkan partai-partai lain dalam perebutan 250 kursi parlemen.

Sumber: DW News

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Ikuti Intarta di

Facebook

Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.

i

intarta

Berita & Media

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua