Yunarto Wijaya: MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Boleh Berjalan Pakai Insting
Oleh Redaksi Intarta
Kamis, 22 Okt 2026 07:42 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Kritik itu disampaikan Yunarto dalam sebuah diskusi yang videonya diunggah kanal YouTube KompasTV. Ia mengingatkan bahwa seorang presiden semestinya berhenti pada level mimpi besar, yang kemudian diterjemahkan menjadi visi, misi, dan program.
Serahkan ke Struktur Teknokratis
Menurut Yunarto, urusan teknis seperti berapa anggaran yang pantas dan siapa yang berhak menerima manfaat harus diserahkan kepada struktur yang teknokratis. Ia menyebut tiga pilarnya: perencanaan, kementerian koordinator, dan kementerian teknis.
"Ada yang namanya perencanaan, ada yang namanya kementerian koordinator, ada yang namanya kementerian teknis. Saya takut ini semuanya berasal dari titah seorang presiden," ujar Yunarto.
Nuansa Insting dan Serba Instan
Yunarto menilai KDMP dan MBG memiliki persoalan yang sama, yakni nuansa insting dan serba instan dalam proses perencanaannya. Akibatnya, seluruh jajaran birokrasi harus "jungkir balik" menyelaraskan diri dengan keputusan yang sifatnya insting dan instan tersebut.
Meski demikian, Yunarto menegaskan kedua program itu pada dasarnya bagus. Ia meyakini, apabila cara pandang perencanaan itu dibenahi, kedua program tersebut tidak akan mengalami persoalan berarti.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Diduga Keracunan MBG, 100 Anak Cirebon Dilarikan ke Rumah Sakit, Dapur SPPG Dibekukan

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Hukum Tampak Sibuk, Rasa Keadilan Belum Merata

BEM UI Pastikan Turun ke Jalan 20 Oktober, Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran

Wamenkop Akui Sejumlah Gedung Koperasi Merah Putih Tak Strategis, Segera Dievaluasi

Ekonom Khawatir Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih Macet dan Ganggu Likuiditas BPD

Tanpa Almamater, BEM UI Gelar Demo di Tugu Tani Tandai Dua Tahun Prabowo-Gibran
Berita Terkini
Lihat Semua
Isu Shadowban Konten Karhutla di Medsos, Meutya Hafid: Komdigi Tak Pernah Minta Diturunkan

Gegara Tersinggung Mimik Wajah, 21 Siswa Keroyok Adik Kelas di SMAN 1 Gorontalo

Tolak Rumahnya Dieksekusi PT KAI, Pria di Medan Siram Bensin dan Acungkan Parang

Komdigi Bantah Minta Platform Turunkan Konten Karhutla di Medsos

