150 Guru Besar Desak Gibran Mundur Sukarela, Polemik Ijazah Jadi Perdebatan Etika dan Politik
Oleh Redaksi Intarta
Minggu, 25 Okt 2026 13:23 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Sebanyak 150 guru besar dari berbagai daerah di Indonesia mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri secara sukarela imbas polemik ijazah SMA-nya. Desakan itu disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Guru Besar Universitas Hasanuddin, Idrus Paturusi, menjelaskan surat terbuka tersebut diinisiasi oleh 13 orang dan menjadi wadah bagi para guru besar untuk menyampaikan sikap atas polemik ijazah Gibran. Ia menegaskan pihaknya mengimbau Gibran mundur secara sukarela, namun belum diketahui apakah desakan itu akan bergulir ke mekanisme politik atau konstitusional.
Panggilan Moral, Bukan Putusan Hukum
Pengamat hukum tata negara dari Universitas Andalas menilai wajar jika para guru besar mempertanyakan hal tersebut. Pasalnya, proses penyetaraan ijazah bagi masyarakat umum seharusnya memakan waktu lama, bahkan bisa 3 bulan hingga 6 bulan, sementara Gibran disebut memperolehnya dalam satu hari.
Atas dasar itu, desakan tersebut dibingkai sebagai panggilan moral kepada Gibran, bukan keputusan hukum yang otomatis memberhentikan wakil presiden. Pemberhentian wakil presiden tetap harus melalui mekanisme konstitusional sebagaimana diatur dalam UUD 1945.
Dinilai Jadi Beban Politik Prabowo
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menilai polemik ijazah Gibran dapat menjadi beban politik bagi Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, suara-suara kritis terhadap Gibran terus berkembang dan dapat memengaruhi legitimasi wakil presiden.
Namun, aktivis politik Ade Armando memiliki pandangan berbeda. Ia menilai sejumlah guru besar yang mendesak Gibran mundur merupakan tokoh-tokoh yang sejak awal kritis terhadap Joko Widodo. Ade juga mempertanyakan mengapa surat terbuka tersebut diberikan tembusannya kepada PDI Perjuangan untuk disampaikan kepada publik.
Hingga kini, desakan pengunduran diri Gibran menjadi bagian dari perdebatan publik yang memperhadapkan perspektif etika dan moral dengan argumen politik. Sementara itu, publik masih menantikan hasil penyelidikan Bareskrim Polri yang telah meminta klarifikasi dari sejumlah pelapor terkait dugaan keabsahan surat keterangan penyetaraan ijazah SMA Gibran.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

150 Guru Besar Kirim Surat Terbuka, Desak Gibran Mundur dari Kursi Wapres

Ade Armando Nilai Prabowo Ragu-Ragu Menyikapi Polemik Ijazah Gibran

Lukas: Jokowi Kerap Lempar Isu Tuduhan ke Arah Prabowo

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Hukum Tampak Sibuk, Rasa Keadilan Belum Merata

Polemik Ijazah Gibran Dinilai Bermuatan Politik, Revisi UU Pemilu Jadi Solusi

Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagih Lima Tuntutan di Dua Tahun Prabowo-Gibran
Berita Terkini
Lihat Semua
Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Ini Sosok Ayah yang Diinginkan Alquran

Lolos Verifikasi, Sayuti Achmad Selangkah Lebih Dekat Menuju Kursi Ketua PWI Aceh

Sekretaris Golkar Sumut Viktor Silaen Minta Maaf atas Insiden di Taman Makam Pahlawan

Rico Waas Dipuji Wujudkan Medan BERTUAH: Bantuan Kuliah, Ijazah Ditebus, hingga Sampah Diangkut

