Polemik Ijazah Gibran Dinilai Bermuatan Politik, Revisi UU Pemilu Jadi Solusi
Oleh Redaksi Intarta
Selasa, 20 Okt 2026 18:34 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai bisa dihentikan dengan revisi Undang-Undang Pemilu. Penilaian itu disampaikan Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, Selasa (20/10/2026).
Menurut Fernando, persoalan ijazah Gibran sejatinya telah selesai ketika Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan tidak dapat menerima gugatan uji materi soal keabsahan pemenuhan syarat pendidikan Gibran pada Pilpres 2024.
"Ijazah Gibran dinilai sengaja digulirkan oleh sekelompok orang yang sangat didasari muatan politik namun dibungkus rapi dengan isu konstitusi dan penegakan keadilan," ujar Fernando.
"Saya melihat tujuan mereka mempersoalkan ijazah Gibran semata hanya karena nafsu kelompoknya yang ingin segera berkuasa," lanjutnya.
Skenario Panjang
Fernando menilai ada skenario panjang yang disiapkan untuk menjatuhkan Gibran dari posisi wakil presiden, yang kemudian dijadikan dasar hukum untuk mendiskualifikasi pasangan nomor urut dua pada Pilpres 2024, Prabowo-Gibran, melalui gugatan di MK yang akan diajukan.
"Agar persoalan Gibran tidak semakin melebar ke mana-mana, sebaiknya Presiden Prabowo Subianto segera turun tangan dan mengambil langkah-langkah taktis sehingga semuanya bisa selesai," ujarnya.
Ia berharap Presiden Prabowo segera meminta partai politik anggota koalisi pendukung pemerintah agar menugaskan anggotanya di DPR RI untuk segera membahas revisi UU Pemilu dan melakukan sejumlah perubahan.
Sumber: Okezone
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Dilema DPR Setelah Putusan MK soal Ijazah Gibran: Bergerak Disalahkan, Diam Pun Disorot

Debat Pasal 18 Ayat 3 PKPU: DPR Sebut Pasal Selundupan, Relawan Tegaskan Aturan Tetap Sah

Komisi II DPR Klaim Pasal yang Loloskan Gibran Jadi Cawapres Tak Pernah Dibahas

Jokowi soal Isu Ijazah Gibran: Ini Operasi Politik Downgrade Reputasi

BEM UI Pastikan Turun ke Jalan 20 Oktober, Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Hukum Tampak Sibuk, Rasa Keadilan Belum Merata
Berita Terkini
Lihat Semua
Yunarto Wijaya: MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Boleh Berjalan Pakai Insting

Isu Shadowban Konten Karhutla di Medsos, Meutya Hafid: Komdigi Tak Pernah Minta Diturunkan

Gegara Tersinggung Mimik Wajah, 21 Siswa Keroyok Adik Kelas di SMAN 1 Gorontalo

Tolak Rumahnya Dieksekusi PT KAI, Pria di Medan Siram Bensin dan Acungkan Parang

