Diduga Intimidasi Mahasiswa Usai Demo Karhutla, Ajudan Gubernur Kaltim Terancam Sanksi
Oleh Redaksi Intarta
Selasa, 20 Okt 2026 23:32 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Peristiwa bermula di sekitar Masjid Nurul Mu'minin, kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Saat itu massa aksi GMNI tengah bersiap membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasi soal karhutla, menunggu waktu salat Magrib sebelum pulang. Suasana berubah ketika Rudy Mas'ud datang ke masjid bersama dua ajudannya.
Menurut kesaksian kader GMNI Samarinda, Rossa Tri Rahmawati, ajudan gubernur diduga mengintimidasi mahasiswa yang sedang merekam kedatangan gubernur dengan ponselnya. Tidak ada mahasiswa yang menghalangi jalan gubernur ke masjid. Rossa mengaku hanya bertanya spontan mengapa gubernur tidak menemui massa aksi saat demonstrasi berlangsung.
Polda Kaltim Libatkan Propam dan Kesatuan Brimob
“Kita sedang koordinasi dengan kesatuannya dan Bidang Propam, nanti akan kita tindaklanjuti,” kata Tedy di Mapolda Kaltim, Balikpapan, Selasa (20/10/2026).
Tedy menegaskan, tindakan yang diduga dilakukan ART, apabila terbukti, tidak sejalan dengan arahan Kapolri yang menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat secara humanis dan profesional.
“Polisi tidak boleh arogan, tidak boleh berbohong, dan harus menjunjung tinggi keadilan,” tegas Tedy.
Opsi Penarikan ke Kesatuan Asal
Terkait kemungkinan sanksi terhadap ART, Tedy menyatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari kesatuan asal yang bersangkutan. Salah satu opsi yang terbuka adalah menarik ART dari tugas pengamanan gubernur untuk kembali bertugas di kesatuan asalnya.
Dugaan intimidasi ini sempat terekam video dan beredar di publik. Dalam rekaman tersebut, seorang ajudan yang mengawal gubernur terlihat melakukan kontak fisik terhadap mahasiswa. Ketua DPP GMNI Andreas H Silalahi menilai insiden tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap pengawalan pejabat.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Tuntut Karhutla Jadi Bencana Nasional, Mahasiswa Makassar Turun ke Jalan

Polda Kalteng Tetapkan 43 Tersangka Karhutla, Satu Korporasi Ikut Kena

Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagih Lima Tuntutan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Peringatan Keras untuk Perusahaan Pembakar Hutan: Pemerintah Tak Akan Segan Bertindak

Kabut Asap Karhutla RI Kembali, Sekolah di Johor Malaysia Ditutup Lima Hari

Lahan Bekas Kebakaran Hutan di Dharmasraya Ketahuan Ditanami Sawit, Polisi: Ada Unsur Kesengajaan
Berita Terkini
Lihat Semua
Serangan Drone Hantam Pasar Ramai di Abyei, Sedikitnya 153 Orang Tewas

Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagih Lima Tuntutan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Kabut Asap Kembali Mengepung Palembang, Kualitas Udara Sentuh Level Berbahaya

Siemens Ingatkan: Jangan Hapus Pekerjaan Pemula, AI Tetap Butuh Pengawasan Manusia

