Lula Menangi Pilpres Brasil, Kalahkan Flavio Bolsonaro di Putaran Kedua
Oleh Redaksi Intarta
Senin, 26 Okt 2026 13:54 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Hasil resmi pengadilan pemilu Brasil menunjukkan Lula meraih 51,7 persen suara, berbanding 48,2 persen untuk Flavio Bolsonaro. Kemenangan ini diraih Lula setelah tertinggal di putaran pertama, ketika ia memperoleh 45 persen suara, dua poin di belakang Bolsonaro. Ia pun menjadi kandidat pertama sejak Brasil kembali menggelar pemilihan presiden langsung pada 1989 yang mampu membalikkan ketertinggalan putaran pertama dan menang di putaran kedua.
Bolsonaro menolak mengakui kekalahan
Kemenangan Lula langsung diwarnai penolakan dari kubu lawan. Flavio Bolsonaro menyatakan tidak dapat menerima hasil tersebut dan menuntut pembatalan pemilu. Ia mempersoalkan keputusan Mahkamah Agung Brasil yang memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam di seluruh negeri.
Perpanjangan itu diputuskan oleh hakim Mahkamah Agung Cristiano Zanin setelah tim Lula mengeluhkan terhambatnya layanan bus di sejumlah kota, sehingga sebagian pemilih kesulitan mencapai tempat pemungutan suara. Tim Bolsonaro sendiri sebelumnya juga meminta tambahan waktu, namun hanya untuk sejumlah daerah di lima negara bagian dengan alasan hujan deras, banjir, dan pemadaman listrik.
"Apa yang terjadi hari ini tidak normal. Ini tidak dapat diterima," kata Bolsonaro kepada wartawan, seraya menyatakan akan menempuh jalur hukum terhadap hasil pemilu.
Pemungutan suara putaran kedua sempat diwarnai kebingungan akibat keputusan mendadak tersebut. Pengamat menilai tingkat partisipasi yang lebih tinggi dari perkiraan justru menguntungkan Lula, karena suara dari negara-negara bagian timur laut yang lebih padat dan miskin cenderung masuk belakangan dalam penghitungan.
Lula: rakyat memilih mempertahankan demokrasi
Dalam pidato kemenangannya, Lula yang berusia hampir 81 tahun mengatakan rakyat Brasil memilih untuk menjamin demokrasi. Melalui unggahan di X, ia berterima kasih kepada rakyat Brasil, terutama kaum muda yang turun ke jalan membela demokrasi.
"Kemenangan ini milik rakyat yang percaya, berjuang, dan tidak pernah menyerah membangun Brasil yang lebih adil, berdaulat, dan demokratis," tulis Lula.
Sejumlah pemimpin Amerika Latin menyampaikan ucapan selamat, antara lain Presiden Cile Jose Antonio Kast, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, serta para presiden Uruguay, Paraguay, Panama, Bolivia, dan Kuba.
Tantangan masa jabatan keempat
Sebanyak sekitar 159 juta warga Brasil berhak memilih dalam pemilu ini. Di bawah pemerintahan Lula, pengangguran turun ke rekor terendah, kemiskinan menurun, upah minimum naik, dan deforestasi Amazon berkurang. Kongres juga menyetujui pemberlakuan bertahap pekan kerja lima hari dengan dua hari libur.
Namun, biaya hidup yang meningkat, utang publik yang tinggi, kebijakan belanja pemerintah, dan skandal dugaan penipuan dana pensiun membebani pemerintahannya. Lula, mantan pemimpin serikat pekerja yang pernah menjabat presiden pada 2003 hingga 2010 sebelum kembali berkuasa pada 2023, kini menghadapi masa jabatan keempat dengan oposisi sayap kanan yang kuat serta hubungan dengan Washington yang harus dikelola hati-hati, mengingat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikenal sebagai sekutu politik dekat keluarga Bolsonaro.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Debat Panas Suket Gibran: Bareskrim Kebut Gelar Perkara, Dua Kubu Beradu Argumen

Warga Alberta Tolak Referendum Kemerdekaan, Pilih Tetap di Kanada

Kelompok HAM Khawatir Agen ICE Intimidasi Pemilih di Pemilu Sela AS 2026

Kenapa Gen Z Israel Berbondong-bondong Dukung Kubu Kanan Jauh

Survei SMRC: Untuk Pertama Kalinya Warga yang Tak Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran Lebih Banyak dari yang Puas

Trump, Putin, dan Xi Satu Meja Tanpa Ukraina: Apa yang Diincar Moskow dan Beijing
Berita Terkini
Lihat Semua
Dituduh Asusila, Terapis Pijat di Johar Baru Diperas Rp600 Ribu, Lima Pelaku Ditangkap

Desakan Kader Menguat, Jokowi Belum Menjawab Tawaran Pucuk Pimpinan PSI

Jokowi-Gibran Tampil Bersama, Pengamat: Wajar, tapi Desakan Mundur Tetap Menguat

Ade Armando: Gibran Sempat Tolak Empat Kali, Baru Menerima di Tawaran Kelima

