Ketegangan Memuncak di Perbatasan Iran: Wilayah Balochistan Dilanda Gelombang Serangan
Oleh Redaksi Intarta
Jumat, 23 Okt 2026 03:35 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Dalam beberapa pekan terakhir, insiden berulang terjadi di Zahedan, ibu kota provinsi, serta kota-kota kecil di wilayah perbatasan. Di antara korban bentrokan terbaru terdapat anggota Garda Revolusi Iran, milisi Basij, sejumlah individu bersenjata, dan seorang ulama Sunni, seperti dilaporkan DW News.
Koalisi Milisi Baru Berusaha Manfaatkan Celah Keamanan
Perkembangan penting datang pada Desember 2025, ketika beberapa kelompok oposisi Baloch di Iran bersatu di bawah payung Popular Fighters Front atau Front Pejuang Rakyat (JMM). Koalisi yang turut melibatkan Jaish al-Adl itu dipandang sebagai upaya mengintegrasikan aktivitas politik dan militer kelompok-kelompok tersebut.
Wartawan Iran Mehdi Nakhl Ahmadi, yang telah lama meliput isu masyarakat Baloch dan kini tinggal di Italia, menilai situasi keamanan yang baru bisa memberi ruang bagi kelompok bersenjata untuk memperluas operasinya. Koalisinya sendiri terbentuk sebelum pecahnya perang Iran.
"Kebijakan keamanan Republik Islam terhadap wilayah etnis dan agama telah memperlebar kesenjangan pembangunan ekonomi antara wilayah-wilayah ini dan daerah lain di negara itu dalam beberapa dekade terakhir," kata Mehdi Nakhl Ahmadi kepada DW News.
Akar Ketidakpuasan: Kemiskinan dan Diskriminasi
Sumber di dalam Iran yang memahami kondisi masyarakat Baloch menyebut kekerasan bersenjata tidak terlepas dari kekecewaan politik, ekonomi, dan keagamaan. Sistan dan Baluchistan, yang mayoritas dihuni masyarakat Sunni Baloch, adalah salah satu wilayah termiskin di Iran — ditandai infrastruktur tertinggal, kesempatan pendidikan yang terbatas, dan krisis pasokan air.
Diskriminasi di bidang pekerjaan, pendidikan, pembangunan daerah, dan urusan keagamaan ikut memicu ketegangan. Menurut sumber tersebut, para ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat selama bertahun-tahun berupaya menyuarakan tuntutan secara damai demi kebijakan sosial yang lebih baik dan investasi yang lebih besar di wilayah itu. Karena upaya tersebut dinilai gagal, sebagian pihak mulai beralih ke langkah yang lebih radikal.
Tingginya angka eksekusi juga menjadi bahan bakar ketidakpuasan. Meski suku Baloch diperkirakan hanya 2–6 persen dari populasi Iran, mereka jauh lebih banyak di antara para terpidana mati: menurut Iran Human Rights, orang Baloch menyumbang 9 persen dari seluruh eksekusi tercatat pada 2025, setelah 11 persen pada 2024 dan 20 persen pada 2023. Sebagian besar eksekusi itu terkait pelanggaran narkoba.
Kekerasan Juga Meluas di Pakistan
Sementara itu, kekerasan juga meningkat di provinsi Balochistan di Pakistan. Menurut Pakistan Institute for Conflict and Security Studies, tercatat 131 serangan bersenjata di sana pada September, naik dari 89 serangan pada Agustus. Selain gerakan separatis yang telah lama aktif, Taliban Pakistan (TTP) juga memperluas operasinya, sehingga jalur transportasi strategis antara Iran dan Pakistan berada dalam tekanan yang semakin besar.
Meski demikian, belum bisa dipastikan apakah lonjakan kekerasan di Sistan dan Baluchistan disebabkan oleh celah keamanan akibat perang Iran. Yang jelas, situasi keamanan di kawasan perbatasan yang sudah rapuh itu terus memburuk, dan belum diketahui apakah kelompok bersenjata di tenggara Iran mendapat dukungan dari luar negeri.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Washington-Tel Aviv Kabarnya Matangkan Serangan ke Iran Usai Pemilu AS

Terancam Serangan Houthi, AS Tarik Sebagian Pasukan dan Diplomat dari Timur Tengah

Iran Tegaskan Tak Akan Menyerahkan Uranium yang Diperkaya ke AS

Iran Siapkan 'Bapak Segala Bom' untuk Tandingi MOAB Amerika Serikat

China Kecam Serangan Houthi ke Bandara dan Fasilitas Energi Arab Saudi

Sesumbar Trump: AS Sudah Lumpuhkan Iran, Rusia dan China Disebut Tak Berperan
Berita Terkini
Lihat Semua
Kunjungan Perdana ke Turki, Carney Sepakat Dongkrak Dagang hingga 10 Miliar Dolar

Demi 'Mode Survival', Bahlil Pertimbangkan Tak Perpanjang Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Debat Sengit Andi Azwan Vs Kuasa Hukum Denny Indrayana soal SP3 Kasus Lama

Sidang Kasus Ijazah Jokowi di PN Jaktim: Saksi Akui Tak Pernah Lihat Dokumen Asli

