Geger! Lab Sabu Terbesar di Indonesia Dibongkar di Pidie, 1,1 Ton Disita dan 11 Orang Ditangkap
Oleh Redaksi Intarta
Minggu, 25 Okt 2026 06:09 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, dan Bea Cukai menggerebek sebuah rumah toko di Kabupaten Pidie, Aceh, yang dijadikan laboratorium pembuatan sabu. Penggerebekan itu membongkar apa yang disebut BNN sebagai laboratorium narkotika jenis sabu terbesar yang pernah diungkap di Indonesia.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan peralatan pembuatan sabu beserta bahan bakunya. Petugas juga menyita 1,1 ton sabu, serta menangkap 11 tersangka, termasuk dua warga negara Tiongkok yang diduga berperan sebagai peracik sabu.
Digerebek Setelah Pintu Besi Dibuka Paksa
Rekaman udara yang ditayangkan Kompas TV memperlihatkan detik-detik tim gabungan mendatangi bangunan yang dicurigai sebagai laboratorium sabu. Petugas membuka paksa pintu besi rumah toko itu, dan kecurigaan mereka terbukti benar: di dalamnya tersimpan peralatan produksi sabu dan bahan bakunya.
BNN menyebut pengungkapan ini sebagai kasus clandestine lab terbesar yang pernah diungkap sebelumnya. Jumlah barang bukti yang disita dinilai sangat besar, melibatkan warga asing dan jaringan internasional.
"Ini jumlahnya sangat fantastis dan cukup besar, melibatkan warga asing dan berjaringan internasional."
Bahan Baku Masuk Sejak Juni 2026
Berdasarkan hasil pengembangan penyidik, bahan baku pembuatan sabu masuk ke Indonesia secara bertahap sejak Juni 2026. Setelah terkumpul dalam jumlah besar, dua warga negara Tiongkok yang berperan sebagai peracik mulai mengolah sabu di tempat tersebut pada 18 Oktober.
Dari hasil pengembangan lebih lanjut, sejumlah orang lainnya turut ditangkap di berbagai tempat, sehingga total tersangka menjadi 11 orang. Polisi menyatakan masih akan mengembangkan kasus ini, termasuk menelusuri aliran dana para tersangka untuk membongkar jaringan sindikat narkotika internasional di baliknya.
Pengungkapan laboratorium di Pidie ini diharapkan dapat memutus rantai distribusi narkotika dalam jumlah besar sekaligus mencegah dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Laut Sumut, 8 Awak Kapal Ditangkap

Sarang Narkoba di Gang Nasional Medan Digerebek, Pengedar Diringkus dan Dua Barak Dibakar

Gudang di Kopo Bandung Ternyata Pabrik Tramadol Ilegal, Polisi Bongkar Produksi 8 Juta Butir Sehari

Waspada, BMKG: 21 Wilayah Berpotensi Hujan Hari Ini, Enam Daerah Siaga Hujan Sangat Lebat

Dua Bakal Calon Serahkan Berkas, Persaingan Kursi Ketua PWI Aceh Kian Ramai

OTT KPK di Klaten: Bupati dan Kepala BPK Jateng Ditahan, Rp 1,9 Miliar Disita dari Tong Biru
Berita Terkini
Lihat Semua
Keuskupan Agung New York Sepakat Bayar 800 Juta Dolar AS kepada Para Korban

Tembakan dari Mobil di Luar Arena Tinju Dekat Brisbane, Empat Orang Terluka

Udara Singapura Mulai Membaik, Tiga Wilayah Keluar dari Zona Tidak Sehat

Arab Saudi Tembak Jatuh Rudal Houthi ke Riyadh, Trump Isyaratkan Serangan ke Iran

