Polemik Ijazah Gibran: PDIP Minta Keterbukaan, Tunjukkan Saja di DPR
Oleh Redaksi Intarta
Kamis, 29 Okt 2026 06:13 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Polemik seputar ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mengemuka dalam diskusi penutup program SATU MEJA di KompasTV. Sejumlah narasumber menilai persoalan ini sebaiknya disudahi dengan keterbukaan, bukan dibiarkan berlarut-larut hingga memicu kecurigaan publik.
Perwakilan PDIP dalam diskusi itu menegaskan sikap partainya: lebih baik terbuka dan menunjukkan dokumen yang dipersoalkan. Menurutnya, bila dokumen itu memang ada, menunjukkannya di hadapan DPR RI akan menutup perdebatan dan memberi kejelasan bagi semua pihak.
Bola di Tangan DPR
Para narasumber sepakat, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutus perkara terkait, bola kini berada di tangan parlemen. DPR RI sebagai institusi didorong merespons putusan tersebut, antara lain melalui mekanisme pengawasan yang tersedia, termasuk hak angket, agar persoalan ini memiliki ujung yang jelas.
Seorang pengamat politik yang hadir menilai nasib wacana hak angket itu sangat dipengaruhi dua hal: soliditas koalisi pendukung pemerintah dan tekanan publik. Bila tekanan publik tinggi, DPR dinilai sulit mengabaikan aspirasi yang berkembang, apa pun sikap koalisi.
Baca Juga:
Hasto: PDIP Terbuka Berdialog dengan PKS soal Tindak Lanjut Putusan MK tentang Ijazah GibranLebih baik terbuka. Kalau memang punya ijazah, tunjukkan saja, agar persoalan ini selesai dan tidak terus mengganggu kehidupan politik.
Bukan Soal Pribadi, tapi Tata Negara
Perwakilan PDIP menegaskan polemik ini bukan persoalan pribadi. Bagi partainya, ini menyangkut sistem ketatanegaraan dan penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil, serta keadilan antargenerasi: tidak boleh ada pihak yang merasa mendapat perlakuan istimewa, sementara yang lain harus memenuhi syarat yang sama.
Dalam diskusi itu juga disebutkan bahwa proses hukum terkait laporan soal dokumen tersebut sedang berjalan di Bareskrim Polri, sementara harapan akan kejelasan juga dititipkan pada jalur pengadilan tata usaha negara. Perwakilan PSI menyampaikan harapan agar persoalan ini terang di pengadilan, sedangkan perwakilan PKS ikut didorong untuk terus mengawasi kinerja pemerintah sebagai penyeimbang.
Di ujung diskusi, para narasumber sepakat pada satu pesan yang sama: keterbukaan adalah jalan paling sederhana. Menunjukkan dokumen, memberi penjelasan yang bisa diuji, dan membiarkan institusi yang berwenang bekerja adalah cara agar publik tidak terus menduga-duga, dan agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.
Sumber: YouTube - KOMPASTV
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Desakan agar Prabowo Bersikap soal Isu Ijazah Gibran Menguat dalam Diskusi

Hasto: PDIP Terbuka Berdialog dengan PKS soal Tindak Lanjut Putusan MK tentang Ijazah Gibran

PKS Desak Gibran Tunjukkan Ijazah, PSI Minta Aturan Diperjelas lewat PTUN

Feri Amsari Pertanyakan Sikap DPR soal Polemik Ijazah Gibran: "Mestinya Bertindak"

150 Guru Besar Desak Gibran Mundur Sukarela, Polemik Ijazah Jadi Perdebatan Etika dan Politik

Polemik Ijazah Gibran Dinilai Bermuatan Politik, Revisi UU Pemilu Jadi Solusi
Berita Terkini
Lihat Semua
Jokowi Dijadwalkan Hadir di Sidang 5 November, Kuasa Hukum: Bawa Ijazah Bila Panggilan Resmi Diterima

PKS Desak Gibran Tunjukkan Ijazah, PSI Minta Aturan Diperjelas lewat PTUN

Peringati 98 Tahun Sumpah Pemuda, DPR: Kritik Asap Lintas Batas Dijawab dengan Kerja Nyata

Tertahan di Depan UOB, Massa Aksi Tetap Bertahan di Bundaran HI hingga Sore

