Dimediasi Melania Trump, Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Senjata di Kota Oleshky
Oleh Redaksi Intarta
Sabtu, 24 Okt 2026 09:07 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Oleshky merupakan kota di garis depan perang yang diduduki Rusia dan menghadapi krisis kemanusiaan. Dari sekitar 24.000 penduduk sebelum perang, kini hanya sekitar 2.000 orang yang masih bertahan. Kota yang berjarak 9 kilometer dari Kherson itu berada dalam blokade sejak 2025 dan pertama kali diduduki sejak invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022.
Menurut pernyataan Melania Trump, penduduk Oleshky yang tersisa mayoritas adalah warga lanjut usia yang sangat membutuhkan perhatian medis, obat-obatan, makanan, dan air bersih. Warga hidup dengan keterbatasan listrik, jalanan yang dipenuhi ranjau, serta serangan militer yang berulang.
Ombudsman hak asasi manusia Ukraina, Dmytro Lubinets, berterima kasih kepada ibu negara AS atas kesepakatan tersebut. Dalam pesan video di Telegram, ia menjelaskan tiga tahap kesepakatan: pertama gencatan senjata diberlakukan, kedua bantuan kemanusiaan disalurkan ke Oleshky, dan ketiga warga sipil diperbolehkan keluar kota dengan bebas.
“Operasi ini akan dijalankan secara bertahap dan sangat sulit untuk dilaksanakan,” ujar Lubinets.
Rusia turut mengonfirmasi kesepakatan itu dan menyatakan akan menghentikan serangan lebih awal dari yang diumumkan Gedung Putih, yakni pada pukul 04.00 waktu setempat (01.00 GMT) tanggal 27 Oktober.
Menurut Kantor Institusi Demokratis dan HAM OSCE (ODIHR), warga Oleshky menyatakan pasukan pendudukan Rusia mencegah mereka meninggalkan kota. Mereka juga menyebut Rusia menggunakan warga sipil untuk melindungi posisi militer — sebuah kejahatan perang menurut hukum humaniter internasional.
Perundingan Lanjutan Direncanakan di Abu Dhabi
Kesepakatan Oleshky muncul menjelang rencana pertemuan negosiator AS, Ukraina, dan Rusia di Abu Dhabi pada pertengahan November untuk membahas penghentian perang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pertemuan ditargetkan digelar pada paruh pertama November. Kepada kantor berita Rusia TASS, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut persiapan pertemuan tiga pihak tengah berjalan. Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan keamanan menjadi topik utama pembicaraan, sementara Kremlin menilai para pemimpin Eropa baru dilibatkan pada tahap berikutnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz sebelumnya menegaskan Eropa harus dilibatkan dalam perundingan damai Ukraina di masa depan.
Trump Tekan Zelenskyy, Kontroversi Starshield
Presiden AS Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi terhadap Zelenskyy dan menekannya untuk segera “membuat kesepakatan”. Trump juga menyalahkan Ukraina atas kenaikan harga solar di AS, seiring penutupan Selat Hormuz akibat perang AS-Israel melawan Iran yang mendorong harga bahan bakar. Trump bahkan mendukung pembelian solar dari Rusia untuk menekan harga — Kremlin menyebut kapal tanker pertama solar Rusia telah berlayar ke AS pada Jumat, meski dikritik Ukraina.
Di sisi lain, beredar kontroversi bahwa miliarder teknologi Elon Musk memerintahkan perlambatan sistem komunikasi militer Starshield yang diandalkan Ukraina, kemungkinan dengan restu Trump. Trump membantah memerintahkan pembatasan itu dan membela Musk di hadapan wartawan.
“Elon tidak akan pernah melakukan kesalahan apa pun,” kata Trump.
Namun Zelenskyy menyatakan sistem tersebut masih dibatasi. Sumber Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan pihaknya menyaksikan “kehilangan sinyal” saat menggunakan Starshield, dan belum ada konfirmasi bahwa pembatasan telah dicabut.
Sumber: DW News
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Ikuti Intarta di
Berita terkini setiap hari, langsung di beranda Facebook Anda.
intarta
Berita & Media
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Trump, Putin, dan Xi Satu Meja Tanpa Ukraina: Apa yang Diincar Moskow dan Beijing

Rudal Rusia Menghantam Kyiv, Tepat saat AS Mendorong Perundingan Damai

Trump Tuduh Zelensky Tak Mau Perang Berakhir, Bela Alasan Longgarkan Sanksi Rusia

Kyiv Kini di Garis Depan: Serangan Rusia Makin Gencar, Warga Tidur Berdesakan di Stasiun Bawah Tanah

Partai Republik Geram: Sejumlah Tokoh Protes Sikap Trump yang Melunak ke Rusia

Putin Setuju Lanjutkan Perundingan Tiga Pihak dengan Ukraina dan Amerika Serikat
Berita Terkini
Lihat Semua
Keuskupan Agung New York Sepakat Bayar 800 Juta Dolar AS kepada Para Korban

Tembakan dari Mobil di Luar Arena Tinju Dekat Brisbane, Empat Orang Terluka

Udara Singapura Mulai Membaik, Tiga Wilayah Keluar dari Zona Tidak Sehat

Arab Saudi Tembak Jatuh Rudal Houthi ke Riyadh, Trump Isyaratkan Serangan ke Iran

