Putin Setuju Lanjutkan Perundingan Tiga Pihak dengan Ukraina dan Amerika Serikat
Oleh Redaksi Intarta
Kamis, 22 Okt 2026 09:54 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui usulan untuk melanjutkan perundingan tiga pihak dengan Ukraina dan Amerika Serikat demi mengakhiri perang, demikian disampaikan seorang pejabat Kremlin pada Rabu (21/10/2026).
Kesepakatan "secara prinsip" untuk melanjutkan perundingan setelah 10 November itu diumumkan penasihat luar negeri Putin, Yuri Ushakov, seusai pertemuan Putin dengan utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, di St. Petersburg.
Fokus Sistem Keamanan Pascaperang
Menurut Ushakov, perundingan tersebut akan berfokus pada "membangun sistem keamanan bagi Rusia dan Ukraina setelah konflik berakhir". Jika terealisasi, ini akan menjadi putaran perundingan tiga pihak pertama sejak Februari lalu.
Tiga putaran perundingan serupa telah digelar awal tahun ini — dua kali di Abu Dhabi pada Januari dan Februari, serta sekali di Jenewa pada Februari — namun hampir tidak menghasilkan kemajuan selain pertukaran tawanan perang, karena kedua pihak kukuh pada tuntutan dasar masing-masing.
Pertemuan Tiga Jam di St. Petersburg
Pertemuan Witkoff dengan Putin di Istana Konstantin berlangsung sekitar tiga jam, menurut pernyataan Kremlin. Pembicaraan itu digelar sehari setelah Witkoff bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan sejumlah pemimpin Eropa di Oslo, Norwegia.
Ushakov menyebut usulan dari pertemuan Oslo itu "hanya mengandung sedikit hal yang benar-benar berharga" dalam konteks penyelesaian krisis Ukraina, meski kemudian kepada televisi pemerintah Rusia ia menilai usulan tersebut sebagai "langkah ke arah yang benar".
Dari sisi Ukraina, Zelensky menyatakan mendukung dorongan Washington untuk segera memulai kembali pembicaraan. "Agendanya jelas: mengakhiri perang, mendekatkan perdamaian, dan — sejauh yang saya pahami — menyiapkan segala sesuatu untuk pertemuan tingkat pemimpin," kata Zelensky dalam pesan audio yang dirilis Rabu malam.
Meski demikian, Zelensky tetap bersikeras bahwa hanya pertemuan puncak para pemimpin yang bisa memecah kebuntuan. Sementara itu, pertempuran di lapangan belum mereda dan kedua negara masih saling melancarkan serangan jarak jauh setiap hari.
Sumber: France 24
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Trump Tuduh Zelensky Tak Mau Perang Berakhir, Bela Alasan Longgarkan Sanksi Rusia

Penasihat Zelensky: Warga Ukraina Tewas karena AS Batasi Berbagi Intelijen

Partai Republik Geram: Sejumlah Tokoh Protes Sikap Trump yang Melunak ke Rusia

Zelenskyy Bertemu Utusan Trump di Oslo, Buka Jalan Perdamaian Ukraina

Sengketa Tawanan Perang Korea Utara, Korsel Tarik Lebih Banyak Staf dari Ukraina

Rusia Serang Kramatorsk Tiga Kali dalam Sehari, Empat Orang Tewas
Berita Terkini
Lihat Semua
Uji Coba Vaksin Hepatitis B pada Bayi di Guinea-Bissau Dihentikan Usai Tuai Kecaman Global

Demi Danai Ambisi AI yang Kian Mahal, Meta Siapkan Saham Kelas Baru

Anthropic Rilis Asisten AI yang Menyapa Duluan Sebelum Anda Bertanya

Iran Tegaskan Tak Akan Menyerahkan Uranium yang Diperkaya ke AS

