Meta Digugat Massal di Australia, Dituduh Rusak Anak Lewat Media Sosial
Oleh Redaksi Intarta
Kamis, 22 Okt 2026 12:08 WIB

Reading Comfort
adjust the font size
Gugatan yang diajukan ke Pengadilan Federal Australia — pengadilan tertinggi kedua di negara itu — oleh firma hukum MinterEllison bulan ini berpotensi menjadi kasus pertama di Australia yang menyalahkan media sosial atas kerugian yang dialami penggunanya, khususnya anak-anak dan remaja.
Baca Juga:
Denda Tertinggi dalam Sejarah: Meta Dihukum US$25 Miliar karena Bohongi Publik soal Data PribadiDelapan Penggugat, Identitas Dirahasiakan
Gugatan diajukan atas nama delapan penggugat yang mengaku dirugikan oleh Meta saat masih berusia di bawah 18 tahun dan kini menuntut ganti rugi. Lewat perintah pembatasan yang dikeluarkan pengadilan pada Senin, pemberitaan dilarang memuat informasi apa pun yang dapat mengungkap identitas para pemohon maupun isi gugatan mereka.
Juru bicara Meta menyatakan perusahaan menyadari adanya gugatan tersebut. "Kami menyadari klaim ini dan akan membela diri dengan sungguh-sungguh," katanya lewat surel.
Ketegangan Australia dan Raksasa Teknologi
Gugatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Australia dan perusahaan teknologi raksasa setelah negara itu memberlakukan larangan media sosial pertama di dunia bagi anak di bawah usia 16 tahun. Australia juga tengah menggodok aturan baru yang memungkinkan pengguna mematikan konten berbasis algoritma di beranda mereka.
Pada Agustus lalu, Meta menyetujui pembayaran sebesar 18 miliar dolar AS untuk menyelesaikan gugatan dari hampir seluruh negara bagian AS yang menuduh perusahaan merancang media sosial agar membuat anak-anak kecanduan.
Sumber: CNA
Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Komentar
Memuat…
Memuat komentar…
Berita Terkait

Denda Tertinggi dalam Sejarah: Meta Dihukum US$25 Miliar karena Bohongi Publik soal Data Pribadi

Jelang Rilis Kinerja, Belanja AI Meta dan Adopsi Asisten Muse Jadi Sorotan

Isu Shadowban Konten Karhutla di Medsos, Meutya Hafid: Komdigi Tak Pernah Minta Diturunkan

Demi Danai Ambisi AI yang Kian Mahal, Meta Siapkan Saham Kelas Baru

Komdigi Bantah Minta Platform Turunkan Konten Karhutla di Medsos

Komdigi Gempur Judi Online, Mantan Pemain: Saya Bisa Berhenti
Berita Terkini
Lihat Semua
Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Penerbit Kanada Putus Kerja Sama dengan Novelis Haiti karena Dugaan Penggunaan AI

Putin Bebaskan Warga AS di Tengah Pertemuan dengan Utusan Trump

Udara Singapura Kembali Membaik, Seluruh Wilayah Catat PM2.5 Normal

