Terkini
TeknologiBerita

Denda Tertinggi dalam Sejarah: Meta Dihukum US$25 Miliar karena Bohongi Publik soal Data Pribadi

W

Oleh Redaksi Intarta

Kamis, 22 Okt 2026 09:13 WIB

Denda Tertinggi dalam Sejarah: Meta Dihukum US$25 Miliar karena Bohongi Publik soal Data Pribadi
Ilustrasi pemberitaan Intarta (Foto: Intarta/Redaksi Intarta)

Reading Comfort

Meta, induk perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp, dijatuhi denda terbesar dalam sejarah perusahaan itu setelah terbukti bertahun-tahun membohongi publik tentang cara menangani data pengguna Facebook.

Hakim Francis Mathew di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, pada Rabu (21/10) memerintahkan Meta membayar US$25 miliar. Putusan ini menyusul persidangan yang menemukan perusahaan itu bertahun-tahun berbohong kepada publik mengenai penanganan data pengguna Facebook.

"Kebohongan itu melampaui praktik data Facebook," kata Hakim Mathew, seraya menambahkan kebohongan itu menyentuh "inti praktik bisnis Facebook".

Meta: Hampir Mustahil Berbisnis di New Mexico

Kepala pengacara Meta, CJ Mahoney, menyebut putusan itu membuat perusahaan "hampir mustahil berbisnis di negara bagian New Mexico". Meta menyatakan akan mengajukan banding, sebuah langkah yang menurut Mahoney akan berhasil.

Denda ini merupakan yang terbesar yang pernah dijatuhkan kepada Meta. Sepanjang tahun ini perusahaan juga didenda atau menyepakati penyelesaian sejumlah perkara lain, termasuk kesepakatan senilai US$18 miliar dengan negara bagian California terkait keselamatan anak.

Bermula dari Skandal Cambridge Analytica

Gugatan New Mexico bermula dari peran Meta, yang kala itu masih bernama Facebook, dalam skandal yang dikenal sebagai Cambridge Analytica. Firma konsultan politik itu memanfaatkan data dan informasi jutaan pengguna Facebook, termasuk untuk kepentingan kampanye pemilihan presiden AS 2016 yang dimenangi Donald Trump.

New Mexico juga menuduh Meta sengaja menyesatkan publik tentang bagaimana perusahaan diuntungkan dari konten berisi ujaran kebencian, serta bagaimana aturan melarang konten semacam itu ditegakkan. Juri menemukan perusahaan memang sengaja menyesatkan publik dalam hal itu pula.

Para pengacara negara bagian menuduh bahwa seluruh penduduk New Mexico, sekitar 2 juta orang, terdampak ketidakjujuran Meta terkait pengendalian data. Juri menemukan Meta melanggar hukum negara bagian lebih dari 40 juta kali.

"Terlalu lama, perusahaan teknologi yang kuat beroperasi seolah ukuran dan pengaruh mereka menempatkan mereka di luar jangkauan hukum. Hasil hari ini menegaskan bahwa tidak ada korporasi yang terlalu kuat untuk dimintai pertanggungjawaban." — Raúl Torrez, Jaksa Agung New Mexico

Dari US$219 Miliar Dipotong Jadi US$25 Miliar

Jaksa penuntut awalnya menuntut denda hingga US$40 miliar, sementara Meta berargumen denda di atas US$3,4 miliar tidak konstitusional.

Hakim Mathew menyebut pelanggaran dan pernyataan menyesatkan Meta kepada publik tentang penggunaan serta pembagian data Facebook adalah "disengaja" dan berlangsung selama lebih dari 11 tahun, dari 2010 hingga 2021.

Menurut perhitungannya, total denda berdasarkan ribuan pelanggaran hukum negara bagian sejatinya mencapai US$219 miliar, namun ia menurunkannya menjadi US$25 miliar.

Sebagai pembanding, pada 2019 perusahaan ini juga didenda US$5 miliar oleh Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) atas praktik privasi data.

Sumber: BBC News

Tambahkan Intarta Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Topik

Komentar

Memuat…

Memuat komentar…

Berita Terkait

Berita Terkini

Lihat Semua